Nasib Ruangan SD dan SMP Tak Beratap di Manggarai Barat Tidak Diperhatikan

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 18:58 WIB
Kondisi bangunan ruangan kelas salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Manggarai Barat  (victorynews.id/SATRIA)
Kondisi bangunan ruangan kelas salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Manggarai Barat (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Nasib sekolah tidak beratap alias rusak berat urung di perhatikan pemerintah. Keadaan ini di alami Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Pontianak, Pasir Panjang, Medang, Kabupaten Manggarai Barat dan ratusan sekolah lain, baik di pulau terluar dan sekolah di kampung pedalaman yang jauh dari akses transportasi.

Jam pelajaran di mulai, anak murid dan guru berkumpul di ruangan terbuka berada di pondasi lantai tanah ruangan tanpa sekat. Separuh dinding rusak parah dan atap tembus langit.Tak miliki, bangku meja dan kursi, apalagi ruangan perpustakaan.

Kondisi miris ini tak terbanyangkan, generasi masa depan itu,duduk langsung dilantai kosong tanpa kursi bangku meja,tak seperti sekolah pada umumnya.

Baca Juga: Polisi Tangkap 8 Terduga Pelaku Penganiayaan di Water Front Labuan Bajo

"Kadang pelajaran berjalan di alam terbuka di bibir pantai atau di bawa pohon.Mereka lakukan demi program kegiatan belajar mengajar(KBM),"tutur tokoh masyarakat Kecamatan Boleng, Fajar Kunto, Kamis (6/10/2022).

Kunto mengaku, yang lebih menyulitkan ketika musim hujan angin tiba, sekolah terpaksa di liburkan.Hal ini demi menjaga keselamatan peserta didik dan guru.Keadaan ini hampir di alami semua sekolah yang tak memiliki gedung permanen.

Ia menuturkan, para guru menyiasati dan meminta rumah warga selama musim hujan untuk dijadikan tempat pembelajaran.

"Itu biasanya rumah warga yang agak besar dan luas dipinjamkan untuk KBM. Mengunakan rumah penduduk selama di musim penghujan. Maklum ruangan kelas rusak berat,"tutur Kunto.

Baca Juga: Tidak Ada Pungutan Liar Kepada Pengunjung di Bandara Udara Komodo

Ia mengaku, gedung SDN di Desa Pontianak rusak berat, bukan hanya di Pontianak masih banyak lagi, ada SD di Pulau medang, Pulau Pisang Dusun Pasir Panjang, SDN daratan Boleng dan Boleng
Pulau alami nasib serupa.

Anggota DPRD Manggarai Barat, Haji Ali Kuba Usman menuturkan,pengisian Dapodik yang di lakukan para guru, di Kabupaten Manggarai Barat lebih mengejar pada predikat nama baik sekolah. Serta mengabaikan, kerusakan gedung sekolah di masing masing tempat.

"Kalau dalam laporan semua baik. Ini hanya kejar predikat sekolah. Usulan bermunculan saat Musrembang.Ini jadi soal sekolah tetap tidak dibangun,"ungkapnya.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Petani Belum Terima Kartu Tani

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:54 WIB

Warga Teong Toda Perbaiki Jalan yang Rusak Parah

Selasa, 29 November 2022 | 16:35 WIB

Warga Labuan Bajo Kesulitan Minyak Tanah

Sabtu, 26 November 2022 | 15:25 WIB

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Desa Wae Lolos

Kamis, 24 November 2022 | 12:21 WIB

Bupati Edi Endi Dorong BUMDes Ikut Kelola Sampah

Senin, 21 November 2022 | 19:37 WIB

Petani Kesulitan Bibit Jagung

Senin, 14 November 2022 | 19:44 WIB

Masyarakat Didorong Bangun Desa

Selasa, 8 November 2022 | 19:47 WIB

RSUD Komodo Isolasi Tiga Pasien Covid-19

Senin, 7 November 2022 | 11:15 WIB
X