KPA Manggarai Barat Bentuk Warga Peduli AIDS

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 21:04 WIB
Keterangan Foto KPA Kabupaten Manggarai Barat sedang melaksanakan sosialisasi HIV-AIDS dan pembentukan WPA di Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo (victorynews.id/SATRIA)
Keterangan Foto KPA Kabupaten Manggarai Barat sedang melaksanakan sosialisasi HIV-AIDS dan pembentukan WPA di Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Untuk mengurangi jumlah kasus HIV-AIDS diwilayah Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten  Manggarai Barat berusaha meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang HIV-AIDS dengan membentuk Warga Peduli AIDS (WPA) tingkat kecamatan.

Sekertaris KPA Kabupaten Manggarai Barat, Anggelus Abut, Sabtu (1/10/2022) mengatakan, warga peduli AIDS atau WPA fokus pada 17 desa di Kecamatan Komodo. Untuk pembentukan WPA, pihaknya melakukan sosialisasi kepada seluruh warga di masing-masing desa dengan melibatkan Pemerintah Desa (Pemdes).

Melalui sosialisasi dihadapan masyarakat pada 17 desa itu di Kecamatan Komodo, maka masyarakat mengetahui ilmu tentang mengatasi penyakit HIV-AIDS dan pengetahuan agar tidak tertular penyakit HIV-AIDS.

Dengan adanya WPA pada 17 desa di Kecamatan Komodo diharapkan masyarakat desa bersama KPA kabupaten Manggarai Barat mendeklarasikan agar Kecamatan Komodo bebas dari penyakit HIV-AIDS. Serta Stigma dan diskriminasi masyarakat pada Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) dapat berkurang.

Baca Juga: Komodo Dinilai Belum Menguntungkan Masyarakat Lokal

Menurut Angalinus Abut, pembentukan WPA di seluruh desa di wilayah Kabupaten Manggarai Barat merupakan salah satu program KPA Kabupaten Manggarai Barat. Jumlah Kecamatan, sebanyak 12 kecamatan. Pada tahun 2022 pembentukan WPA fokus pada seluruh desa kecamatan Komodo. Dengan target 17 desa di Kecamatan Komodo sampai akhir 2023 telah memiliki WPA.

Pembentukan WPA Secara bertahap, jumlah WPA diharapkan terus meningkat setiap tahun.

Ia mengataman, warga pada 17 desa di Kecamatan Komodo yang sudah mengikuti sosialisasi Peduli AIDS itu akan menjadi  pionir di lingkungan masing-masing. Dengan berbagai kegiatannya, WPA dapat mengajak masyarakat di sekitarnya untuk memahami persoalan HIV AIDS secara lebih mendalam.

Sehingga, masyarakat tidak akan mengalami kasus HIV-AIDS dan hidup sehat serta tidak mendiskriminasikan ODHA.

Baca Juga: Pengunjung Keluhkan Tarif Masuk Di Bandara Udara Komodo

Anggelus Abut mengatakan, secara bertahap WPA akan dibentuk di seluruh desa. Dengan target 12 kecamatan di wilayah Manggarai Barat dalam berapa tahun kedepan sudah terbentuk WTA.

Dengan tujuan agar masyarakat diseluruh desa di wilayah Manggarai Barat memiliki pengetahuan informasi tentang kasus HIV-AIDS serta deklarasi agar melawan dengan penyakit itu.

Ia mengaku, dalam acara sosialisasi HIV-AIDS di sejumlah desa di Kecamatan Komodo partisipasi masyarakat cukup tinggi.Pada dasarnya pengetahuan masyarakat di desa tentang masalah HIV-AIDS masih minim.

Dengan turun langsung KPA Kabupaten Manggarai Barat ditengah masyarakat, maka masyarakat dengan sendirinya mengatahui cara agar tidak terkena kasus HIV-AIDS.Dalam sosialisasi juga KPA Kabupaten Mabar mengajak para warga untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV-AIDS yang benar agar tidak lagi ada pengucilan pada ODHA.

Baca Juga: Obyek Wisata Loh Buaya Pulau Rinca Dibuka untuk Umum

Camat Komodo, Yohanes Gampu mengapresiasi kepada KPA Kabupaten Manggarai Barat yang telah memilih 17 desa di Kecamatan Komodo untuk membentuk WTA. Kecamatan Komodo adalah pintu gerbang keluar masuknya warga.

Dengan adanya sosialisasi bersamaan pembentukaan WTA di seluruh desa di kecamatan Komodo, maka dipastikan warga mendapat pengetaguan tentang mengantisipasi agar tidak terkena Virus HIV-AIDS.

"Kita berharap agar Kecamatan Komodo bebas dari HIV-AIDS. Melalui kegiatan sosialisasi dan pembentukan WPA,masyarakat di desa memahami tentang penyakit HIV-AIDS.Kita berharap agar masyarakat yang tergabung dalam WPA fokus mengajak warga lainn untuk masuk dalam WPA," harap Yohanes.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Petani Belum Terima Kartu Tani

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:54 WIB

Warga Teong Toda Perbaiki Jalan yang Rusak Parah

Selasa, 29 November 2022 | 16:35 WIB

Warga Labuan Bajo Kesulitan Minyak Tanah

Sabtu, 26 November 2022 | 15:25 WIB

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Desa Wae Lolos

Kamis, 24 November 2022 | 12:21 WIB

Bupati Edi Endi Dorong BUMDes Ikut Kelola Sampah

Senin, 21 November 2022 | 19:37 WIB

Petani Kesulitan Bibit Jagung

Senin, 14 November 2022 | 19:44 WIB

Masyarakat Didorong Bangun Desa

Selasa, 8 November 2022 | 19:47 WIB

RSUD Komodo Isolasi Tiga Pasien Covid-19

Senin, 7 November 2022 | 11:15 WIB
X