PDU Batu Cermin Belum Mampu Proses Sampah Organik

- Jumat, 30 September 2022 | 16:34 WIB
Ibu-ibu rumah tangga di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat sedang mengikuti kegiatan pungut sampah di seputar Pasar Rakyat Batu Cermin Kecamatan Komodo. (victorynews.id/SATRIA)
Ibu-ibu rumah tangga di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat sedang mengikuti kegiatan pungut sampah di seputar Pasar Rakyat Batu Cermin Kecamatan Komodo. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Pusat Daur Ulang (PDU) milik Pemerintah Kabupaten  
Manggarai Barat di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo belum dapat memproses sampah organik karena bau busuk.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK),Kabupaten Manggarai Barat, Sebastianus Wantung, Jumat (30/9/2022).

Ia mengatakan, untuk sementara yang diproses di PDU Batu Cermin itu adalah sampah anorganik. Seperti botol serta gelas dari dari pelastik bekas dan bungkusan kertas. Sampah anorganik dipasarkan atau dijual di Surabaya, Jawa Barat, dimana hasil penjualan akan dimasukan di Kas daerah Manggarai Barr sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Kas Dinas LHK Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga: Butuh Anggaran Besar Tata Pariwisata Manggarai Barat

Sementara ini sampah anorganik itu belum dapat dikirim ke Surabaya lantaran jumlahnya masih sedikit. Sedangkan sampah-sampah organik  hingga saat ini belum dapat diproses di PDU Batu Cermin lantaran bau busuk.

Sebas Wantung mengatakan, sampah organik tersebut dapat diolah di PDU Batu Cermin jika masyarakat sudah dapat memilah jenis sampah dan memasukan dalam kantongan plastik sejak dari rumah atau tempat usaha masyarakat dimasing-masing wilayah.

Sampah organik paling mudah diproses dan menghasilkan aneka produk anatara lain Kompos atau pupuk organik.Namun yang menjadi persoalan, dimana masyarakat tidak mampu memilah jenis sampah yang berada di rumah masing-masing.

Baca Juga: Jembatan Wae Cewo II Mulai Retak

Konsep pengelolahan PDU Batu Cermin kata dia, sesungguhnya bisnis murni yang muda mendatangkan uang yang cukup banyak di Labuan Bajo. Harapannya BPDU Batu Cermin ini juga sebagai salah satu sumber PAD baru pada Dinas LHK Kabupaten Manggarai Barat.

Serta sebagai lapangan pekerjaan baru di Labuan Bajo sehingga dapat mengurangi angka pengganguran di Kabupaten Manggarai Barat.PDU Batu Cermin sendiri merupakan bantuan Pemerintah Pusat kemudian dikelolah oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Menyinggung soal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Warloka, Sebas Wantung menjelaskan hingga saat ini TPA Warloka belum dapat digunakan dikarenakan TPA itu belum diserahkan ke Pemkab Manggarai Barat oleh Pemerintah Pusat.

Baca Juga: Labuan Bajo Harus Bangun Sentra Kerajinan Khas

TPA Warloka dibangun  oleh Pemerintah Pusat tahun 2018 lalu.Nantinya TPA Warloka tersebut akan manfaatkan oleh Pemkab Mabar,jika sudah diserahkan ke Pemkab Manggarai Barat. Sehingga TPA Warloka hingga saat ini belum dimanfaatkan.

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Vitus Usu mendorong Pemkab Manggarai Barat untuk serius mengatasi masalah sampah di Labuan Bajo dan sekitarnya. Keberadaan PDU Batu Cermin belum diketahui oleh masyarakat. Sehingga kesadaran masyarakat untuk mengumpulkan sampahnya sangat rendah.

Dirinya meminta Pemkab Manggarai Barat agar melibatkan RT/RW dan Lurah serta kelapa desa dalam mengurus sampah di Labuan Bajo. Pihak Dinas LHK yang mengurus sampah diharapkan untuk turun ke tengah masyarakat dengan tujuan agar masyarakat mengetahui keberadaan PDU Batu Cermin.

Baca Juga: Ratusan Komestik dan Jamu Disita Balai POM Kabupaten Manggarai Barat

Serta pihak Dinas LHK harus  turun ke tengah masyarakat untuk member pelatihan pemilahan sampah.

“Kesadaran masyarakat untuk mengumpulkan sampah masih sangat rendah. Masyarakat membuang sampah di sembarangan tempat lantaran tidak adanya tempat sampah dimasing-masing area. Agar masyarakat memanfaatkan tempat sampah yang ada di mendatangkan uang atau membuat kerajinan tangan dari bahan dasar sampah,’’ Vitus Usu.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Petani Belum Terima Kartu Tani

Kamis, 1 Desember 2022 | 18:54 WIB

Warga Teong Toda Perbaiki Jalan yang Rusak Parah

Selasa, 29 November 2022 | 16:35 WIB

Warga Labuan Bajo Kesulitan Minyak Tanah

Sabtu, 26 November 2022 | 15:25 WIB

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Desa Wae Lolos

Kamis, 24 November 2022 | 12:21 WIB

Bupati Edi Endi Dorong BUMDes Ikut Kelola Sampah

Senin, 21 November 2022 | 19:37 WIB

Petani Kesulitan Bibit Jagung

Senin, 14 November 2022 | 19:44 WIB

Masyarakat Didorong Bangun Desa

Selasa, 8 November 2022 | 19:47 WIB

RSUD Komodo Isolasi Tiga Pasien Covid-19

Senin, 7 November 2022 | 11:15 WIB
X