Nelayan Keluhkan Ketiadaan BBM

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:35 WIB
Nelayan di Pulau Seraya Besar Desa Seraya Marannu sedang bongkar muat ikan hasil tanggkapan di Dermaga Rakyat (victorynews.id/SATRIA)
Nelayan di Pulau Seraya Besar Desa Seraya Marannu sedang bongkar muat ikan hasil tanggkapan di Dermaga Rakyat (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Ratusan nelayan di Kecamatan Komodo dan Kecamatan Boleng kabupaten Manggarai Barat, NTT dalam berapa minggu terakhir tidak melaut.Hal itu disebabkan nelayan kesulitan dan ketiadaan mendapatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Nelayan mengaku satu satunya Solar Paket Diler Nelayan(SPDN)yang berlokasi di Tempat Pendaratan Ikan(TPI) kampung ujung kelurahan Labuan Bajo yang di kelolah koperasi Yasa Mina saat ini kekurangan stok BBM sehingga nelayan harus antri dan bermalam di sejumlah SPBU di kota Labuan Bajo untuk mendapatkan BBM.

Nelayan asal Desa Batu Tiga kecamatan Boleng, Ahmad Zainal Rabu (3/8/2022) menuturkan, sejak terbatasnya stok BBM di TPI Kampung Ujung nelayan tidak lagi melaut.Padahal bulan Juli hingga Agustus merupakan bulan yang tepat untuk menangkap ikan atau melaut.Sejak awal Juli 2022,nelayan sangat kesulitan mendapatkan BBM di SPBU.

Baca Juga: Obat Bantuan Dinas TPHP Tidak Cukup

"Kami memang ada ratusan nelayan di Manggarai Barat tidak bisa melaut karena sangat sulit dapatkan BBM untuk melaut mencari nafkah. Kesulitan ini karena SPDN yang selama ini melayani BBM untuk nelayan mengalami kekurangan stok BBM. Ya terpaksa antri di SPBU itupun kalau stok BBM dapat,"jelasnya.

Nelayan asal Pulau Papagarang,Kecamatan Komodo,Tajudin menuturkan, nelayan di Pulau Papagarang kesulitan mendapatkan BBM sejak Juli 2022.Pasca sulitnya mendatapkan BBM jenis solar,nelayan tidak lagi melaut.Tahun 2022 merupakan tahun yang paling sulit bagi nelayan mendapatkan keuntungan dari melaut.

Ia mengaku, pasca Covid Maret 2020 lalu,hasil tangkapan ikan nelayan sangat banyak.Namun daya beli masyarakat sangat rendah.Sehingga nelayan tidak melalut.Pada awal Juli 2022 lalu,nelayan di Kecamatan Komodo sudah mulai malaut,namun nelayan kembali sulit mendapatkan BBM.

Baca Juga: Paroki Datak Tanam Jagung 750 Hektar 

"Untuk membeli BBM di SPBU tentu harus melalui prosedur yang menyulitkan nelayan.Kami tidak mungkin membeli BBM enceran,karena harganya sangat mahal,"tutur Tajudin.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Siswa SDI Kerora Bebas Dari Ancaman Komodo

Rabu, 17 Agustus 2022 | 17:22 WIB

Pencegahan Stunting Harus Dilakukan Secara konvergen

Minggu, 7 Agustus 2022 | 13:08 WIB

Puluhan Sekolah Belum Terjangkau Jaringan Internet

Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:44 WIB

Masyarakat Diminta Jangan Jadi Penonton

Kamis, 4 Agustus 2022 | 08:35 WIB

Nelayan Keluhkan Ketiadaan BBM

Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:35 WIB

Paroki Datak Tanam Jagung 750 Hektar 

Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:07 WIB

BPOM Kampanye Gunakan Komestik

Senin, 1 Agustus 2022 | 21:07 WIB

PPL Diminta Turun ke Lapangan

Selasa, 26 Juli 2022 | 20:19 WIB

Kader BKB Diminta Antisipasi Masalah Stunting

Senin, 25 Juli 2022 | 08:15 WIB

Warga Sukarela Perbaiki Jalan Rusak

Jumat, 15 Juli 2022 | 12:19 WIB
X