Memperkuat Peran dalam Tata Kelola Bentang Alam Mbeliling

- Rabu, 27 Juli 2022 | 17:25 WIB
Kawasan Bentang Alam Mbeliling di Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat (victorynews.id/SATRIA)
Kawasan Bentang Alam Mbeliling di Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan bentang alam Mbeliling yang produktif dan berkelanjutan, Burung Indonesia mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat dan Kepala Desa (Kades) seputar Mbeliling">Bentang Alam Mbeliling dan masyarakat dikawasan Mbeliling">Bentang Alam Mbeliling untuk mengambil peran dalam tata kelola Mbeliling">Bentang Alam Mbeliling di wilayah itu.

Untuk memperkuat peran, semua pihak diharapakan mengedepankan tiga prinsip pengelolaan yakni partisipatif, keberlanjutan ekologi, dan keberlanjutan penghidupan masyarakat lokal melalui program.

Penguatan Peran Para Pihak Nonpemerintah dalam Tata Kelola Kehutanan yang berlangsung di Mbeliling">Bentang Alam Mbeliling sebagai lokasi percontohan.

Baca Juga: Marak Pencurian Kayu Manis di Hutan Mbeliling

Dalam kegiatan sosialisasi program bersama para pihak itu di Labuan Bajo, Rabu (27/7/2022), Forest Programme Coordinator Burung Indonesia, Asep Ayat, mengatakan program ini dirancang sebagai upaya untuk menguatkan pemahaman dan pengetahuan tata kelola kehutanan, aturan dan cara penegakannya, tata kelola dan perdagangan, serta Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dan kebijakan mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, termasuk memperkuat jaringan pemantau independen dan kelompok masyarakat di tingkat tapak.

"Kegiatan ini diharapkan akan berkontribusi pada pencapaian tujuan pengelolaan Mbeliling">Bentang Alam Mbeliling sebagaimana yang telah disepakati oleh para pihak di Kabupaten Mabar, "harap Asep. 

Manurut Asep, cecara spesifik melalui kegiatan sosialisasi itu, pihaknya ingin memberikan gambaran umum mengenai program itu serta berbagi pengetahuan kepada para pihak melalui diskusi bersama tentang berbagai isu dan kebijakan tentang tata kelola kehutanan. 

Program penguat peran semua pihak itu melibatkan empat negara yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Papua Nugini yang dikoordinir oleh Kemitraan Global BirdLife International atas dukungan dana dari Uni Eropa dan berlangsung selama 5 tahun (2018-2022). 

Baca Juga: Edi Endi : Harga Tiket Pulau Rinca Tidak Naik

Di Indonesia, Burung Indonesia bertindak sebagai pelaksana nasional program "Penguatan Peran Para Pihak Nonpemerintah dalam Tata Kelola Kehutanan."

“Sudah kewajiban kami untuk mensosialisasikan program ini dan mendiskusikan secara mendalam dengan para pihak mengenai beberapa hal susbstansial terkait pengelolaan hutan di Manggarai Barat pada umumnya, ataupun secara khusus tentang pengelolaan Mbeliling">Bentang Alam Mbeliling,”tutup Asep.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Kondisi Sejumlah Sekolah Memprihatinkan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:13 WIB

KPA Manggarai Barat Bentuk Warga Peduli AIDS

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 21:04 WIB

Puluhan Tahun Warga Desa Pengka Nikmati Jalan Buruk

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:22 WIB

PDU Batu Cermin Belum Mampu Proses Sampah Organik

Jumat, 30 September 2022 | 16:34 WIB

Jalan Poros Utara Terancam Putus

Jumat, 30 September 2022 | 07:37 WIB

Warga Keluhkan Kondisi Ruas Jalan Tiwu Riwung

Kamis, 29 September 2022 | 21:10 WIB

Pemdes Watu Galang Bangun Jalan Usaha Tani

Selasa, 27 September 2022 | 14:11 WIB

Dua Warga Golo Mbu Terinveksi DBD

Senin, 26 September 2022 | 18:09 WIB

Kades Diminta Transparan Kelolah Anggaran

Senin, 26 September 2022 | 08:01 WIB

Masyarakat dalam Kawasan Hutan Mbeliling Gelar Rakor

Sabtu, 17 September 2022 | 17:32 WIB

Wisata Baca Merangsang Minat Baca Anak

Kamis, 15 September 2022 | 11:53 WIB
X