Kader BKB Diminta Antisipasi Masalah Stunting

- Senin, 25 Juli 2022 | 08:15 WIB
1.Direktur Teknologi Informasi dan Data BKKBN,Mahyuzar saat menyerahkan bantuan makanan sehat kepada ibu rumah tangga di Labuan Bajo. (victorynews.id/SATRIA)
1.Direktur Teknologi Informasi dan Data BKKBN,Mahyuzar saat menyerahkan bantuan makanan sehat kepada ibu rumah tangga di Labuan Bajo. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendorong Kader Bina Keluarga Balita (BKB) di Kabupaten Manggarai Barat serius menekan masalah stunting di wilayah yang menjadi destinasi super prioritas tersebut.

Direktur Teknologi Informasi dan Data BKKBN, Mahyuzar dalam sosialisasi Advokasi dan Kie Program Bangga Bencana Bersama Mitra Kerja Labuan Bajo,Senin (25/7/2022) mengatakan, Kader BKB sebagai ujung tombak di lapangan harus mampu mengantisipasi masalah stunting sejak dini dan menjadikan penanganannya sebagai program prioritas.Permasalahan balita seperti gizi buruk, perkembangan terlambat, dan kurang kecerdasan harus menjadi prioritas utama bagi para kader BKB di Kabupaten Manggarai Barat.

Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta agar angka stunting di Indonesia diturunkan menjadi 14 persen pada 2024.Jokowi menunjuk BKKBN menjadi penanggung jawab sekaligus koordinator dalam penangan stunting.

Program Bangga Kencana diartikan sebagai Program Pembangunan keluarga, kependudukan dan Keluarga Berencana.Program ini diharapkan dapat berkembang di masyarakat, khususnya di seluruh desa di Manggarai Barat.

Pelaksaan program Bangga Kencana akan terlaksana dengan baik dengan adanya dukungan dari Kader Keluarga Berencana.

Baca Juga: Dorong Sinergi Pentahelix untuk Mewujudkan SDM Unggul melalui Pendidikan Vokasi

"Melalui sosialisasi Advokasi dan Kie Program Bangga Bencana Bersama Mitra Kerja ini para balita yang ada di Kabupaten Manggarai Barat harus mendapatkan perawatan, kesehatan, pendidikan dan pengasuhan yang maksimal sehingga menjadi generasi yang tanggu,”kata Mahyuzar.

Mahyuzar menjelaskan, Presiden Joko Widodo menekankan BKKBN memegang kendali atas pencegahan stunting atau gagal tumbuh anak di Tanah Air mulai saat ini.

Upaya menurunkan angka stunting merupakan tantangan tersendiri.Stunting harus ditekan dari hulu ke hilir mulai dari program edukasi hingga intevensi gizi spesifik pada saat anak gagal tumbuh.

Program edukasi oleh kader BKB sangat penting agar anak tidak salah gizi. Contoh sederhana, edukasi susu untuk anak.Masyarakat harus mengetahui susu penting bagi pertumbuhan anak, tapi tidak semua susu baik untuk anak karena kandungan gizinya berbeda.

Hal lain yang juga harus diperhatikan oleh masyarakat adalah pengamatan terhadap kondisi gizi anak,"jelasnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Manggarai Barat, Maria Daduk menegaskab, Pemkab Manggarai Barat berkomitmen menurunkan angka stunting di wilayah Manggarai Barat mencapai 13 persen. Penurunan angka stunting bisa berjalan dengan cepat, semua langkah dan program selama ini telah dilakukan secara sungguh sungguh dan tepat sasaran. 

Baca Juga: 10 Sekolah di Manggarai Barat Terapkan Kurikulum Merdeka

Ia mengatakan, terdapat tiga indikator stunting yang meliputi poin penting yakni pola makan, pola asuh dan pola sanitasi dan lingkungan. Para Kader BKP di seluruh desa  memiliki tanggung jawab untuk pemberian pemahaman perihal pola makan kepada ibu-ibu rumah tangga.

"Para kader di desa-desa dan penyuluh itu selama ini sudah sering melakukan pendampingan kepada keluarga akseptor Keluarga Berencana (KB).Mereka sering datang untuk sosialisasi dan advokasi supaya masyarakat mau menggunakan alat kontrasepsi,” kata Maria Daduk.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Kondisi Sejumlah Sekolah Memprihatinkan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:13 WIB

KPA Manggarai Barat Bentuk Warga Peduli AIDS

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 21:04 WIB

Puluhan Tahun Warga Desa Pengka Nikmati Jalan Buruk

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:22 WIB

PDU Batu Cermin Belum Mampu Proses Sampah Organik

Jumat, 30 September 2022 | 16:34 WIB

Jalan Poros Utara Terancam Putus

Jumat, 30 September 2022 | 07:37 WIB

Warga Keluhkan Kondisi Ruas Jalan Tiwu Riwung

Kamis, 29 September 2022 | 21:10 WIB

Pemdes Watu Galang Bangun Jalan Usaha Tani

Selasa, 27 September 2022 | 14:11 WIB

Dua Warga Golo Mbu Terinveksi DBD

Senin, 26 September 2022 | 18:09 WIB

Kades Diminta Transparan Kelolah Anggaran

Senin, 26 September 2022 | 08:01 WIB

Masyarakat dalam Kawasan Hutan Mbeliling Gelar Rakor

Sabtu, 17 September 2022 | 17:32 WIB

Wisata Baca Merangsang Minat Baca Anak

Kamis, 15 September 2022 | 11:53 WIB
X