Dorong Sinergi Pentahelix untuk Mewujudkan SDM Unggul melalui Pendidikan Vokasi

- Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:23 WIB
Forum Group Discussion (FGD) program  “Penguatan SDM unggul melalui Vokasi dan Kolaborasi Pentahelix”. (victorynews.id/SATRIA)
Forum Group Discussion (FGD) program  “Penguatan SDM unggul melalui Vokasi dan Kolaborasi Pentahelix”. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Pengembangan pendidikan vokasi, baik tingkat SMK maupun Perguruan Tinggi, perlu didukung oleh berbagai pihak. Maka skema kolaborasi pentahelix di mana unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen untuk mewujudkan sumber daya manusia yang ungggul dalam pendidikan vokasi.

Saat ini pemerintah dan dan swasta sedang menggenjot sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi di tingkat SMK dan Perguruan Tinggi. Pendidikan vokasi lebih terarah pembentukan mental, karakter dan soft skill yang dimiliki individu.

Tujuan utama dari pendidikan vokasi ini adalah mempersiapkan tenaga yang dapat menetapkan keahlian dan keterampilan di bidangnya, siap kerja dan mampu bersaing secara global. Namun program pendidikan vokasi tentu tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari dunia usaha dan industri.

Untuk mewujudkan “link and match” dengan kebutuhan industri, maka dilaksanakannya kegiatan Forum Group Discussion (FGD) melalui program  “Penguatan SDM unggul melalui Vokasi dan Kolaborasi Pentahelix” yang digelar di Aula The Jayakarta Suite, Labuan Bajo, Sabtu (23/7/2022) siang.

Baca Juga: 10 Sekolah di Manggarai Barat Terapkan Kurikulum Merdeka

Kegiatan ini diinisiasi oleh Politeknik El Bajo Commodus sebagai akselerator Program Menara Vokasi Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi RI 2022.

Ketua Yayasan Bangkit Anak Negeriku, Novita Halim menyampaikan, Politeknik El Bajo Commodus hadir di Labuan Bajo melalui pendidikan vokasinya tentu bertujuan untuk melahirkan sumber daya manusia  yang unggul, berkompeten dan berdaya saing. Untuk mewujudkan hal ini, lanjutnya tentu membutuhkan kolaborasi dari semua pihak.

"SDM unggul tidak mungkin bisa kita ciptakan tanpa kolaborasi. SDM unggul siap bersaing di tingkat lokal nasional dan internasional dan siapa bertanding sebagai pemenang. Saya memilih program vokasi karena ada unsur CINTA KASIH ,Cerdas, Berintegritas, Normatif, Transformatif dan Arif serta Kreatif, Adaptif, Sensitif, Inovatif dan Harmoni," jelasnya.

Ia menyampaikan, kegiatan FGD ini  merupakan upaya peningkatan produktivitas dan daya saing lulusan perguruan tinggi maupun SMK vokasi berbasis kerja sama dengan dunia usaha dan industri.

Baca Juga: Hari Kedua di Labuan Bajo, Presiden Jokowi Tinjau dan Resmikan Sejumlah Infrastruktur

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa program pendidikan Vokasi merupakan jenjang pendidikan yang melahirkan SDM - SDM unggul, profesional serta berkompeten sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, khususnya industri pariwisata seperti hotel, Restoran, perjalanan wisata dan lainnya.

"Saya berasal dari dunia usaha, saya memahami dunia usaha seperti apa, soft skillnya seperti apa, hard skill, kompetensinya dan itu akhirnya saya memahami di pendidikan Vokasi lah itu semua didapatkan sehinggah kita memutuskan untuk membangun politeknik di labuan bajo karena targetnya melahirkan job seeker dan job kreator," tutur Novita.

Ia mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan menjaring ide - ide yang membangun yang dihasilkan dalam kelompok diskusi yang diikuti oleh berbagai kalangan, baik dari Lingkup Pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat yang diwakili oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kominfo, Nakertrans, BPS, Perwakilan sejumlah Desa wisata, BPOLBF, Perumda Bidadari, Pelaku UMKM, Koperasi, sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan yang ada di Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai, Perwakilan sejumlah Hotel dan Restoran, serta perwakilan media massa.

Kepala Sekolah SMK Negeri III Komodo, Hortensia Herima memaparkan, tingkat minat masyarakat  memilih SMK setiap tahunnya semakin tinggi. Selain karena diyakini memiliki prospek kerja yang bagus, mengenyam pendidikan di SMK juga diminati karena memiliki jurusan atau program studi yang sesuai dengan bakat siswa.

"Hasil survey Kemendikbud tentang ketertarikan Calon peserta didik dan orang tua terkait pendidikan Vokasi itu, yang tertarik masuk SMK itu persentasenya 82,5 persen secara nasional. Faktor yang paling utama yakni prospek kerja. Prospek kerja dinilai bagus yakni 57,8 persent. SMK diminati juga karena jurusannya banyak pilihan dan sesuai minat dan bakat anak (51,95 percent)," jelasnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Warga Rawat Kawasan Marina Labuan Bajo

Hortensia menyampaikan, pentingnya peningkatan kualitas kompetensi dari para guru. Selain berharap adanya kerjasama dengan dunia industri melalui magang guru.

Dirinya juga menginginkan melalui kerjasama dengan berbagai pihak mampu mendatangkan  guru - guru tamu yang memiliki kompetensi untuk mengajar di setiap sekolah.

"Untuk meningkatkan SDM yang akan kami hasilkan, kami butuh kerja sama dari semua pihak yang ada di sini. Terutama bagaimana sebelum kami menciptakan SDM unggul itu kami para guru juga perlu meningkatkan kompetensi keahlian, itu butuh kerjasama dengan industri dengan cara magang guru atau mendatangkan guru tamu. Setelah itu ilmu itu akan kami bagikan ke anak - anak yang kelak turun ke dunia industri," ujar Hortensia 

Selain itu, Hortensia juga mengapresiasi kegiatan diselenggarakannya forum diskusi ini sebagai upaya untuk menghilangkan pandangan masyarakat luas terhadap pendidikan vokasi yang dinilai masih sangat rendah.

Ia berharap, gelaran diskusi yang melibatkan unsur Pentahelix ini mampu melahirkan ide - ide positif yang membangun yang mampu mengakomodir kebutuhan pada dunia usaha dan industri melalui penyerapan sumber daya manusia yang dihasilkan melalui pendidikan Vokasi.

Baca Juga: Saat Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Naik Kapal Pinisi ke Pulau Rinca

"Kami harap, kerjasama dari semua pihak untuk meningkatkan sumber daya manusia di tingkat SMK bisa terwujud, khususnya sinkronisasi kurikulum, supaya apa yang kami ajarkan sama dengan yang nantinya di dunia industri saat mereka turun magang," Tutur Hortensia.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Kondisi Sejumlah Sekolah Memprihatinkan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:13 WIB

KPA Manggarai Barat Bentuk Warga Peduli AIDS

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 21:04 WIB

Puluhan Tahun Warga Desa Pengka Nikmati Jalan Buruk

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:22 WIB

PDU Batu Cermin Belum Mampu Proses Sampah Organik

Jumat, 30 September 2022 | 16:34 WIB

Jalan Poros Utara Terancam Putus

Jumat, 30 September 2022 | 07:37 WIB

Warga Keluhkan Kondisi Ruas Jalan Tiwu Riwung

Kamis, 29 September 2022 | 21:10 WIB

Pemdes Watu Galang Bangun Jalan Usaha Tani

Selasa, 27 September 2022 | 14:11 WIB

Dua Warga Golo Mbu Terinveksi DBD

Senin, 26 September 2022 | 18:09 WIB

Kades Diminta Transparan Kelolah Anggaran

Senin, 26 September 2022 | 08:01 WIB

Masyarakat dalam Kawasan Hutan Mbeliling Gelar Rakor

Sabtu, 17 September 2022 | 17:32 WIB

Wisata Baca Merangsang Minat Baca Anak

Kamis, 15 September 2022 | 11:53 WIB
X