Warga Weor Konsumsi Air Kubangan Kerbau

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:37 WIB
Ilustrasi air
Ilustrasi air

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Sedikitnya ratusan kepala keluarga di Kampung Weor,Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat hingga saat ini masih mengkonsumsi air sisa kubangan kerbau.

Masyarakat pada kampung Weor itu mengunakan Sumber air yang bernama kali Wae Rae, lantaran tidak ada jaringan air bersih sampai ke rumah warga.

Warga Kampung Weor, Marsel Sel, Sabtu (25/6/2022) mengungkapkan, tokoh masyarakat di Kampung Weor sejak lama sudah menyampaikan masalah air bersih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat.

Namun, usulan pemenuhan air bersih itu hingga saat ini belum terbawab.Sehingga masyarakat Kampung Weor masih mengunakan air kali Wae Rae untuk dikonsumsi.

Kali Wae Rae kata dia, tempat kumpulnya kerbau pada siang hari. Dimana warga terpaksa harus mengusir kerbau dari Kali Wae Rae sebelum mengambil air. Jarak pemukiman warga menuju Kali Wae Rae kurang lebih 300 meter hingga 500 meter ditempuh dengan jalan kaki.

Baca Juga: Dermaga di Kawasan TNK Perlu Diperhatikan

Selain masalah air bersih,masyarakat yang mayoritas petani itu juga mengalami masalah kebutuhan air untuk sawah. Sawah tadah hujan seluar puluhan Hektare milik warga Kampung Weor sebagiannya terpaksa tidak diolah.

Sebagian warga telah tinggalkan  pengelolahan  sawah lebih memilih menjadi penambang pasir di Kali Wae Rae dan tanaman hultikultura.

Marsel sel menyampaikan, letak Kampung Weor dengan Labuan Bajo sangat dekat atau sekitar 13 Kilo Meter (KM) dari Labuan Bajo. Sebagian area sawah telah ditanam sayur untuk kemudian dijual di Labuan Bajo.

Para petani di Weor belum memehami mengelolahan tanaman holtikultura dan tidak memahami cara pemasaran sayur.

"Kami sangat  berharap perhatian pemerintah untuk atasi masalah kami. Kami sudah bosan tinggal didaerah yang terisolasi ini. Warga desa lain telah dialiri listrik dan jalan sudah diaspal. Kampung kami kapan diperhatikan pemerintah," harap Marsel.

Baca Juga: Festival Kopi Flores Bangkitkan UMKM Lokal

Warga Weor lainnya, Damasus Agas menyampaikan, selain masalah air bersih,masyarakat Weor juga mengalami masalah listrik. Warga Kampung Weor masih mengunakan lampu pelita dan cahaya surya.

Sedangkan infrastruktur jalan menuju Kampung Weor tanpa aspal. Saat musim hujan tiba akses menuju Kampung Weor lumpuh total.

Dirinya berharap, masalah air,listrik serta jalan di Kampung Weor teratasi. Apalagi, Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat melihat dan merasakan sendiri buruknya infrastruktur jalan dan tidak ada listrik.

"Kami harap satu-satunya kepada Bupati Edi Endi, agar air bersih,jalan dan listrik diperhatikan. Masyarakat sudah berkali-kali menyampaikan kepada pemerintah tapi belum ada jawaban," tutur Damasus.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Kondisi Sejumlah Sekolah Memprihatinkan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:13 WIB

KPA Manggarai Barat Bentuk Warga Peduli AIDS

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 21:04 WIB

Puluhan Tahun Warga Desa Pengka Nikmati Jalan Buruk

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:22 WIB

PDU Batu Cermin Belum Mampu Proses Sampah Organik

Jumat, 30 September 2022 | 16:34 WIB

Jalan Poros Utara Terancam Putus

Jumat, 30 September 2022 | 07:37 WIB

Warga Keluhkan Kondisi Ruas Jalan Tiwu Riwung

Kamis, 29 September 2022 | 21:10 WIB

Pemdes Watu Galang Bangun Jalan Usaha Tani

Selasa, 27 September 2022 | 14:11 WIB

Dua Warga Golo Mbu Terinveksi DBD

Senin, 26 September 2022 | 18:09 WIB

Kades Diminta Transparan Kelolah Anggaran

Senin, 26 September 2022 | 08:01 WIB
X