Lahan Pertanian Belum Tergarap Maksimal

- Kamis, 23 Juni 2022 | 14:55 WIB
Kepala Dinas Tanaman Pangam Holtikultira dan Perkebunan, Laurensius Halo (victorynews.id/Satrla)
Kepala Dinas Tanaman Pangam Holtikultira dan Perkebunan, Laurensius Halo (victorynews.id/Satrla)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Banyak lahan pertanian di wilayah Manggarai Barat,NTT yang belum digarap secara maksimal.Padahal lahan pertanian di daerah yang ditetapkan sebagai Daerah Destinasi Pariwisata Super Prioritas itu sangat subur dan sumber air untuk pengelolaan lahan pertanian sangat cukup.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Manggarai Barat, Laurensius Halu, Kamis (23/6/2022) sore.

Laurensius Halu mengatakan, lahan pertanian tanaman komoditi pertanian,holtikultura dan padi yang  produktif di Kabupaten Manggarai Barat belum tergarap secara maksimal. Lahan pangan cukup luas, hanya saja sulit untuk digarap secara manual. Penggarapannya membutuhkan tenaga mesin agar pemanfaatannya maksimal.

Ia mengaku, tidak semua lahan pertanian dilakukan masa tanam dua kali dalam satu tahun dan ada yang hanya satu kali. Kondisi ini merupakan sebuah bukti masih banyak sebenarnya lahan yang jika digarap maksimal akan meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Kabupaten Manggarai Barat.

Ia merincikan, lahan sawah produktif di Manggarai Barat mencapai 15.000 hektare, tapi yang digarap baru sekitar 11.000 hektare.Sebagian petani lebih memanfaatkan lahan sawah untuk tanaman jagung.

Baca Juga: Warga Siru Terima Bantuan 30 Ekor Kambing 

Ia menyebutkan, kendala lainnya adanya kultur sosial masyarakat di Manggarai Barat yaitu memilih satu kali masa tanam untuk dan kemudian melakoni pekerjaan lain yang lebih menghasilkannya uang yang cukup.Seperti fokus pada usaha mengali pasir dan menjadi buruh bangunan.

Laurensius Halu mengaku, lahan yang begitu luas perlu penggarapan maksimal agar masyarakat yang tidak menanam juga bisa ikut menikmati pangan lokal.

"Paling tidak dua kali masa tanam, tapi itu berbenturan dengan kultur sosial masyarakat. Biasanya sudah menanam sekali kemudian lahan ditinggalkan, karena ada pekerjaan lain, contohnya menjadi buruh bangunan dan mengali pasir dikali atau sungai," tuturnya.

Ia mengaku, kedepan akan dilakukan pengembangan lahan yang belum produktif di beberapa kecamatan yang dinilai memiliki lahan potensial untuk dimaksimalkan.Berbagai lahan tidur yang potensial untuk dikembangkan akan didata untuk kemudian bisa disingkronkan dalam program di sektor pertanian.

Anggota DPRD Manggarai Barat,Vitus Usu menyampakan, ribuan hektar lahan pertanian belum tergarap, artinya lahan persawahan produktif masih belum tergarap maksimal.Persoalan belum tergarapnya lahan pertanian di wilayah Manggarai Barat menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok, Perindag Bentuk Tim Operasi Pasar

Ia mendorong, Pemkab Manggarai Barat untuk membuat program pengembangan sektor pertanian dengan memanfaatkan lahan pertanian yang belum digarap untuk tanaman holtikultura.Dengan adanya program pengembangan sektor pertanian,maka masyarakat dipastikan antusias mengelola lahan kosong.

Vitus Usu berharap, ke depan agar lahan-lahan pertanian sawah produktif tersebut dapat dimanfaatkan dan digunakan dengan maksimal oleh para petani. Sehingga hasil produksi pertanian tanaman padi dan tanaman holtikultura  lebih berlimpah dan secara ekonomi bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengaku, Kabupaten merupakan daerah lumbung padi setelah Kabupaten Manggarai di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Jangan sampai sebagai lumbung padi, tetapi produksi berasnya tidak cukup untuk penuhi kebutuhan masyarakat.Kondisi sektor pertanian saat ini sangat membutuhkan perhatian serius dan bantuan dari Pemkab Manggarai Barat,"ujarnya.

Baca Juga: Petani di Kecamatan Lembor Kesulitan Pupuk NPK

Vitus Usu mengatakan, masyarakat selama ini masih sering mengeluhkan kondisi akses jalan yang belum memadai, sehingga para petani masih kesulitan untuk memasarkan hasil produksi tanaman holtikultura.

Permasalahan alat mesin pertanian dan pupukjuga masih menjadi permasalahan masyarakat petani untuk meningkatkan produksi hasil pertanian.

"Masih banyak petani yang butuh alat mesin pertanian dan kesulitan untuk mendapatkan pupuk, serta jalan usaha tani butuh perhatian dari Pemkab Manggarai Barat.Kita ingin Pemkab Manggarai Barat serius mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah yang dihadapi petani" tegas Vitus Usu.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Siswa SDI Kerora Bebas Dari Ancaman Komodo

Rabu, 17 Agustus 2022 | 17:22 WIB

Pencegahan Stunting Harus Dilakukan Secara konvergen

Minggu, 7 Agustus 2022 | 13:08 WIB

Puluhan Sekolah Belum Terjangkau Jaringan Internet

Kamis, 4 Agustus 2022 | 12:44 WIB

Masyarakat Diminta Jangan Jadi Penonton

Kamis, 4 Agustus 2022 | 08:35 WIB

Nelayan Keluhkan Ketiadaan BBM

Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:35 WIB

Paroki Datak Tanam Jagung 750 Hektar 

Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:07 WIB

BPOM Kampanye Gunakan Komestik

Senin, 1 Agustus 2022 | 21:07 WIB

PPL Diminta Turun ke Lapangan

Selasa, 26 Juli 2022 | 20:19 WIB

Kader BKB Diminta Antisipasi Masalah Stunting

Senin, 25 Juli 2022 | 08:15 WIB

Warga Sukarela Perbaiki Jalan Rusak

Jumat, 15 Juli 2022 | 12:19 WIB
X