Pengajar PAR GMITJemaat Gunung Zalmon Labuan Bajo Dibekali Pembelajaran Kontekstual

- Senin, 16 Mei 2022 | 15:26 WIB
Dosen Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang saat memberikan pelatihan pembelajaran kontekstual kepada guru sekolah Minggu GMIT jemaat Gunung Zalmon Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)
Dosen Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang saat memberikan pelatihan pembelajaran kontekstual kepada guru sekolah Minggu GMIT jemaat Gunung Zalmon Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Puluhan guru sekolah minggu atau pengajar PAR pada Lembaga Unit Pembantu Pelayanan (UPP) PAR GMIT Jemaat Gunung Zalmon Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat dibekali pelatihan pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak dan remaja atau contextual teaching learning.

Pelatihan yang berlangsung sejak Sabtu, 14 Mei hingga Senin 16 Mei 2022 itu merupakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang.

" Kami memberikan mereka (pengajar PAR) berupa workshop dalam bentuk teori yang sudah kami siapkan, memperkenalkan bagaimana metode mengajar secara kontekstual. Hasil dari workshop ini nantinya adalah sebuah prodak panduan pembelajaran yang dihasilkan oleh peserta kegiatan,"ujar Ireni I.Pellokila, Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Senin (16/5/2022) siang.

Baca Juga: Chris Mboeik : Bupati Cup Manggarai Barat Ajang Cari Bibit Unggul

Ia mengatakan, melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Agama Kristen,Institut Agama Kristen Negeri Kupang menyiapkan para guru sekolah minggu GMIT Jemaat Gunung Zalmon Labuan Bajo memahami model atau metode pembelajaran yang kontekstual atau contextual teaching learning.

Pembelajaran kontekstual saat ini tidak lagi pembelajaran yang bentuknya kaku dan pembelajaran yang bebas, tetapi harus sesuai dengan kurikulum, bahan ajar disertai alat peraga yang sesuai dengan lingkungan.

Ireni mengaku selama ini, masing-masing gereja memiliki metode pembelajaran. Institut Agama Kristen Negeri Kupang yakni mempersiapkan tenaga pengajar sekolah minggu itu dapat mempersiapkan pembelajaran yang kontekstual sesuai keadaan lingkungan.

Berbeda sebelumnya, dapat gunakan alam sekitar dapat digunakan sebagai sumber belajar, sehingga pengajaran dapat dihubungkan dengan kehidupan sesama, lingkungan dan diri.

"Tidak perlu mencari tahu yang jauh atau kadang sulit dicapai tetapi ada yang ada disekitar kita. Diri kita juga merupakan media pembelajaran,"kata Ireni.

Tantangan terbesar anak-anak dan remaja kata ireni, saat ini adalah teknologi. Kebanyakan anak-anak dan remaja ketika memanfaatkan teknologi, tidak lagi berkomunikasi dengan lingkungan dan orang-orang sekitarnya.

Sangat Penting bagi anak-anak mengenal
pembelajaran kontektual, agar ketika mendapatkan pembelajaran tentang agama kristen mampu dipahami akan mencapai pertumbuhan iman.

Baca Juga: Lomba Public Speaking dengan Tema Era Literasi Digital untuk Mendukung Pariwisata Super Premium Labuan Bajo

"Anak-anak ini merupakan fondasi gereja.Kalau membangun sebuah rumah, jika fondasi tidak kuat, maka bangunan akan rubah,"ujar Ireni.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Gunung Zalmon Labuan Bajo, Pdt. Yeni Sofiany Isliko, menyampaikan apresiasia kepada perguruan tinggi Institut Agama Kristen Negeri Kupang yang memilih Jemaat GMIT Gunung Zalmon Labuan Bajo untuk memberikan pelatihan pembelajaran kontekstual. Pihaknya, tahun 2021 telah mengagendakan melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas para guru sekolah minggu, batal dilaksanakan karena terkendala COVID-19.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelayan kembali dibekali dan komitmen pelayanan mereka tetap teguh,"harapnya.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Weor Konsumsi Air Kubangan Kerbau

Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:37 WIB

Lahan Pertanian Belum Tergarap Maksimal

Kamis, 23 Juni 2022 | 14:55 WIB

Warga Desa Kempo Usul Sekolah MTs

Senin, 20 Juni 2022 | 18:33 WIB

Belasan Ton Jahe di Kombo Selatan Rusak

Rabu, 8 Juni 2022 | 15:41 WIB

Warga Pulau Mesah Krisis Air Bersih

Senin, 6 Juni 2022 | 12:40 WIB

Produksi Padi Di Kecamatan Ndoso Menurun

Minggu, 5 Juni 2022 | 12:23 WIB

Petani Khawatir Gagal Panen

Jumat, 3 Juni 2022 | 07:48 WIB
X