Pengunaan Dana Desa Minim Program Pemberdayaan Masyarakat

- Rabu, 11 Mei 2022 | 18:17 WIB
Masyarakat Desa Wisata Cunca Lolos saat kegiatan bakti sosial di spot wisata air panas (victorynews.id/SATRIA)
Masyarakat Desa Wisata Cunca Lolos saat kegiatan bakti sosial di spot wisata air panas (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Penggunaan Dana Desa di desa-desa yang tersebar di seluruh Kabupaten Manggarai Barat, sejauh ini pemanfaatannya lebih dominan untuk pembangunan fisik.Program fisik masih menjadi trend di kalangan pemerintahan desa sementara program pemberdayaan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat perhatiannya masih minim.

Hal itu disampaikan  Direktur Yayasan Komodo Indonesia Lestari (Yakines) Labuan Bajo,Gabriela Uran, Rabu (11/5/2022) mengatakan, sejauh ini pembangunan fisik masih menjadi agenda utama di kalangan pemerintah desa. Trend ini terjadi karena selama ini pemerintah desa fokus mengikuti pengunaan dana desa pada tahun-tahun  sebelumnya.

Terkait pemanfaatan Dana Desa (DD) untuk Program Pemberdayaan Masyarakat, menurutnya masih minim. Sebaiknya Pemerintah desa harus memikirkan untuk mengalokasikan sebagian DD untuk program pemberdayaan masyarakat untuk percepatan kesejahteraan masyarakat.

Alokasi DD untuk program pemberdayaan masyarakat meski belum menjadi agenda utama di kalangan pemerintah desa.

Baca Juga: Puluhan Tahun Warga Desa Wae Sano Nikmati Jalan Buruk

Ia menyambut gembira ada beberapa desa dampinganya bekerjasama dengan Aliansi Perempuan Indonesia Mandiri Labuan Bajo, sepakat menaikan DD untuk program Pemberdayaan.

"Selama ini dana fisik lebih dominan,mereka sepakat menaikan anggaran Desa untuk pembangunan Pemberdayaan,"ujarnya.

Selama ini Program pemberdayaan yang harus di genjot desa sesuai Prioritas dana desa yang di tetapkan Kementerian Desa PDTT.Yakni peningkatan investasi ekonomi, dukungan peningkatan ekonomi dari BUMDesa, peningkatan ketahanan pangan, bantuan hukum masyarakat desa, promosi kesehatan masyarakat, kegiatan pengelolaan hutan, pantai, desa dan edukasi pelestarian lingkungan hidup.

Gabrile Ulan menjelaskan, program pembangunan, Kementerian Desa menetapkan infrastruktur, kesehatan masyarakat, pendidikan, sosial dan Kebudayaan, produksi dan distribusi, energi terbarukan.Dari deretan prioritas ini jelas perangkat desa kini harus jauh lebih serius berpikir mengenai visi pemberdayaan.

Melalui program "Empowering Women through food security and sustainable natural resources conservation in West Manggarai, Flores, Indonesia, Yakines Labuan Bajo Flores memiliki desa dampingan di Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga: Marthen Mitar : Pengelolahan Dana Desa Harus Melalui Musrembang

Adapun desa dampingan Yakines anatara lain, Kecamatan Komodo meliputi Desa Compang Liang Ndara, Compang Longgo dan Desa Golo Pongkor. Kecamatan Mbeliling meliputi Desa Wae Jare, Kempo, Cunca Wulang dan Desa Golo Damu.

Kemudian Kecamatan Sano Nggoang meliputi Desa Golo Ndaring dan Golo Kondeng. Kecamatan Lembor meliputi Desa Pong Majok, Wae Kanta, Wae Mowol, Wae Bangka, Daleng, Pondo dan Desa Golo Ndeweng.

Serta Kecamatan Lembor Selatan meliputi Desa Repi, Watu Waja, Benteng Tado, dan Desa Modo. Kecamatan Welak meliputi Desa Rehak, Pong Welak, Robo dan Desa Racang Welak.

Ia mengaku, program Pemberdayaan dan kegiatan yang di berdayakan Yakines untuk desa-desa dampinganya anatara lain konservasi sumber daya alam, pertanian berkelanjutan, penguatan ekonomi perempuan dan organisasi masyarakat.

Peningkatan kapasitas perempuan, konservasi mata air, pengembangan tanaman pangan lokal yg terancam punah, penguatan pemerintah desa dan BPD.Peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan membuat kripik pisang dan teko dan latihan pembukuan.

Selain itu,pihaknya juga fokus pengembangan sayuran organik dan kawin silang padi lokal, pendampingan kelompok UBSP secara mandiri dan penggalangan modal.

Pengembangan pertanian organik dengan melatih petani membuat EM4 organik, Bokashi, pupuk cair organik, pestisida organik, fungisida organik dan KCl organik. Mengadvokasi dana desa untuk kelompok-kelompk marginal.

Baca Juga: KNPI Manggarai Barat Diminta Mendongkrak Posisi dan Mempertajam Peran

Konservasi tanah dan air dengan membuat terasering kredit, saluran pengendali, perangkap tanah dan tanggul penghambat. Terkait Program Kerja yang di tawarkan Yakines melalui desa- desa dampinganya.

Sementara, Kepala Desa Robo Kecamatan Welak, Rafael Gatur mengatakan, angka kemiskinan Desa Robo pada tahun 2017 sekitar 239 kk.
Melalui dampesingan Yakines, angka ini turun menjadi 80 kk. Hal ini diakui sebagai hasil pendampingan Yakines pada perempuan dimana perempuan menanam dan menjual sayuran, sehingga dapat menambah pendapatan keluarga.

Selain itu ada perubahan pada pribadi dan kelompok petani dalam pola pengembangan hidup dan usaha.

Melalui pendampingan Yakines, dia mengaku pemerintah desa mampu berargumen saat konsultasi RAPBDes dengan Pemkab karena telah di latih tentang Penyusunan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Serta terjadi peningkatan keseriusan dirinya untuk membangun desa secara lebih transparan.***


Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Weor Konsumsi Air Kubangan Kerbau

Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:37 WIB

Lahan Pertanian Belum Tergarap Maksimal

Kamis, 23 Juni 2022 | 14:55 WIB

Warga Desa Kempo Usul Sekolah MTs

Senin, 20 Juni 2022 | 18:33 WIB

Belasan Ton Jahe di Kombo Selatan Rusak

Rabu, 8 Juni 2022 | 15:41 WIB

Warga Pulau Mesah Krisis Air Bersih

Senin, 6 Juni 2022 | 12:40 WIB

Produksi Padi Di Kecamatan Ndoso Menurun

Minggu, 5 Juni 2022 | 12:23 WIB

Petani Khawatir Gagal Panen

Jumat, 3 Juni 2022 | 07:48 WIB
X