VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Saat ini, digitalisasi ekonomi digital di sektor informal menjadi sangat penting. Pemanfaatan ekonomi digital menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam proses bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Dalam memasarkan produk secara digital, UMKM harus mampu menguasai strategi digital marketing dan memiliki konten kreatif.
"Saat ini, semua orang ingin sesuatu yang cepat. Alternatifnya, ya UMKM di Labuan Bajo harus memanfaatkan media digital. Yang, juga harus diikuti dengan kemampuan marketing," jelas Prayudi, Dosen UPN Veteran Yogyakarta pada kegiatan Digital Transformation bagi para pelaku Ekonomi Kreatif (Ekraf) di daerah Destinasi Super Prioritas (DSP) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (10/11/2022).
Baca Juga: Masyarakat Didorong Bangun Desa
Ia menyarankan, pelaku UMKM di Labuan Bajo juga harus bisa tepat memilih platform media yang digunakan untuk pemasaran. Kesesuain produk dengan target pasar sasarannya harus tepat.
Prayudi menjelaskan, dengan perkembangan ekonomi digital yang sangat cepat, transformasi digital sudah menjadi suatu keharusan bagi UMKM dalam rangka meningkatkan efisiensi dan pengembangan usaha.
"Digitalisasi UMKM memberikan banyak manfaat, antara lain membantu pemasaran produk secara meluas, mempermudah transaksi dan pencatatan keuangan melalui penggunaan platform pembayaran digital, serta meningkatkan akses pasar dan pelatihan pengembangan usaha," ungkapnya.
Ia mengatakan, pemerintah saat ini telah menyiapkan strategi meningkatkan kemampuan UMKM untuk berbisnis di era digital.
Baca Juga: Jelang Asean Summit 2023, Polda NTT Akan Ada Penambahan Personil
UMKM di wilayah DSP Labuan Bajo memiliki tantangan tersendiri dalam perkembangannya. Seperti, minimnya literasi teknologi digital khususnya untuk pemanfaatan pemasaran dan akses pasar.