Sayuran di Pasar Tradisional Labuan Bajo Masih Didatangkan Dari Luar Daerah

- Senin, 24 Oktober 2022 | 17:36 WIB
Pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo. (victorynews.id/SATRIA)
Pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Sampai saat ini, harga sayur dan tanaman hortikultura lainnta di pasa tradisional Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat sangat mahal, jika dibandingkan dengan harga yang berlaku di daerah lainnya.

Hal ini diduga lantaran pedagang masih mengandalkan barang maupun sayuran dari luar daerah seperti Kabupaten Manggarai, Nagekeo, Bima Provinsi NTB dan Makasaar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Sementara petani lokal dianggap belum maksimal menghasilkan, Seperti yang diutarakan oleh salah satu pedagang di Pasar Rakyat Batu Cermin, Siti Zaini, pada Senin (24/10/2022) sore.

Baca Juga: Bupati Manggarai Barat Minta Sektor Pertanian dan Perkebunan Digenjot

Ia menyebut, petani lokal yang menghasilkan sayur-sayuran yang dibutuhkan pedagang di pasar sangat terbatas dan tidak semua jenis sayuran mereka hasilkan. Pada pedagang pun masih mengambil pasokan dari luar daerah yang tentunya membutuhkan biaya besar agar sayuran sampai ke tangan pedagang dan disalurkan  ke pembeli nantinya.

“Kalau sayur seperti kol, waritel, kentang, kembang kol dan sayuran lainnya termasuk masih dipasok dari NTB dan Makassar, Sulawesi Selatan. Sedangkan sayuran seperti kacang panjang, daun singkong, pakis dan sawi yang hanya bisa dihasilkan petani yang ada disini, tidak mungkin hanya sayuran hijau itu saja yang kami jual sementara permintaan pembeli akan sayuran lainnya yang lebih bergizi jauh lebih besar, makanya kita ambil pasokan dari luar daerah Manggarai Barat," paparnya.

Baca Juga: Bupati Manggarai Barat Minta Penyuluh Fokus Membina Petani Hortikultura

Padahal menurut Siti, Kabupaten Manggarai Barat memiliki lahan yang subur dan luas untuk ditanami berbagai tanaman sayuran, tetapi petani lokal masih fokus pada penggarapan lahan persawahan atau menanam untuk dikonsumsi sendiri, tanpa berniat menjualnya ke pasar.

"Cabai rawit kecil saja mengambil langsung dari petani di Kabupaten Nagekoe dengan harga yang terbilang turun naik tidak menentu bergantung pada produktifnya petani yang ada disana,"ujarnya.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Petani Manggarai Barat Diminta Baca Peluang Pasar

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:55 WIB

Pariwisata Manggarai Barat Diharapkan Bangkit

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:16 WIB

Dorong UMKM Produksi Kain Tenun

Sabtu, 21 Januari 2023 | 12:10 WIB

Stok Daging Sapi di Labuan Bajo Berkurang

Rabu, 14 Desember 2022 | 20:52 WIB

UMKM dan BUMDes Didorong Bersinergi

Sabtu, 26 November 2022 | 16:21 WIB

BUMDes Didorong Kelola Homestay 

Selasa, 22 November 2022 | 06:33 WIB

Kelola Aset, Desa Didorong Bangun BUMDes

Selasa, 22 November 2022 | 05:45 WIB
X