Penenun Diminta Serius Jalani Usaha

- Kamis, 29 September 2022 | 18:10 WIB
Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat (victorynews.id/SATRIA)
Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Ketua TP PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mendorong penenun di Kabupaten Manggarai Bara agar serius usaha menenun. Pasalnya selama ini rata-rata penenun di wilayah NTT tidak serius menjadi penenun dan menjadikan pekerjaan menenun adalah pekerjaan sampingan.

Julie Sutrisno, Kamis (29/9/2022) mengajak kelompok penenun agar kedepannya fokus pada pekerjaan penenun. Dirinya selaku pemilik LeViCo siap membantu membeli semua kain hasil tenun kelompok masyarakat. Namun para kelompok penenun harus benar-benar menghasilkan kain tenun yang berkualitas.

"Selama ini ada Dua masalah yang dihadapi penenun di NTT yaitu Benang, peralatan menenun dan pemasaran. Masalah tersebut dapat diatasi jika penenun dari hati mau serius menjadi penenun dan LeViCo siap membantu penenun baik bantuan benang maupun pemasaran," tuturnya.

Baca Juga: Pilkades di Kuwus Ricuh

Ia mengaku, dirinya telah Lima tahun memperkenalkan kain NTT ke kanca internasional dan nasional. Sehingga kain tenun dari seluruh daerah di NTT cukup terkenal. Namun sayangnya kain tenun di NTT tidak didukung oleh hasil tenun yang berkualitas.

Sehingga kedepannya penenun di Manggarai Barat harus serius geluti menenun dengan tujuan hasil tenun mampu bersaing dan harganya cukup menguntungakan penenun.

Dirinya merasa bangga karena sejumlah masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai telah membentuk sejumlah kelompok penenun dengan puluhan anggota. Hal demikian berarti respon masyarakat untuk menenun cukup tinggi.

Namun yang menjadi masalah yang dihadapi oleh penenun adalah benang dan pemasaran.

Baca Juga: DPRD Minta Direktur Perumda Air Minum Wae Mbeliling Diganti

"Rata-rata di NTT setiap kelompok penenun memiliki masalah. Untuk kelompok penenun di Mabar, kami siap beri bantuan benang. Tapi ada syaratnya
Kualitas harus dijaga,harga kain tenun tidak boleh mahal dan harus ada mental, penenun harus mental pengusaha atau bisnis," ujar Julie Sutrisno.

Kepala Desa Ponto Ara, Kecamatan Lembor, Rofinus Taso mengatakan, selama ini Tiga kelompok penenun yang aktif di Desa Ponto Ara. Tiga kelompok tersebut mendapat dukungan total dari LSM WVI dan PKK Desa Ponto Ara untuk pelatihan menenun. Selain itu sejumlah masyarakat juga saat ini aktif menenun di rumah masing-masing.

Baca Juga: Pemkab Manggarai Barat Bongkar Bangunan Milik Maksi Ngaus

"Aktifitas menenun di Desa Ponto Ara cukup bagus dan meningkat. Namun masih banyak kendala yang dihadapi penenun. Harapannya kedepan masalah tersebut diatasi karena respon masyarakat untuk menenun cukup tinggi," kata Rofinus Taso.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

UMKM dan BUMDes Didorong Bersinergi

Sabtu, 26 November 2022 | 16:21 WIB

BUMDes Didorong Kelola Homestay 

Selasa, 22 November 2022 | 06:33 WIB

Kelola Aset, Desa Didorong Bangun BUMDes

Selasa, 22 November 2022 | 05:45 WIB

Harga Bahan Pokok di Labuan Bajo Stabil

Minggu, 20 November 2022 | 14:54 WIB

BPOLBF Diminta Tidak Berorientasi Kepentingan Investor

Minggu, 20 November 2022 | 13:36 WIB

Pemdes Siru Sumbang Puluhan Kambing Untuk Warga

Senin, 14 November 2022 | 18:29 WIB

Kopi Flores Mejeng di Pameran Ekraf Exotic NTT

Sabtu, 5 November 2022 | 13:10 WIB
X