Masyarakat Desa Wisata Didorong Bangun Homestay

- Rabu, 28 September 2022 | 13:37 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat,Pius Baut (victorynews.id/SATRIA)
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat,Pius Baut (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Masyarakat yang bermukim di desa wisata di Kabupaten Manggarai  Barat didorong membangun dan mengembangkan homestay sebagai atraksi wisata baru. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di desa wisata meningkat.

Serta dengan adanya daya dukung tersebut perekonomian masyarakat di desa dapat bertumbuh.

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut, Rabu (28/9/2022) menjelaskan, dalam mengembangkan sektor pariwisata di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat akan mendorong konsep Community based tourism.

Kosep Community based tourism merupakan sebuah pembangunan berkelanjutan dengan merangkul komunitas sebagai pelaku utama melalui pemberdayaan masyarakat dalam berbagai kegiatan kepariwisataan.

Baca Juga: Liang Ndara Jadi Model Desa Wisata

Ia mengatakan, melibatkan masyarakat dalam kegiatan kepariwisataan melalui penyiapan homestay di Desa wisata. Dimana wisatawan dipastikan akan menginap di homestay milik masyarakat Desa.

Serta masyarakat tentunya akan menyediakan makanan lokal sebagai daya tarik untuk wisatawan dapat berkunjung ke desa wisata.

“Ini lebih menggerakkan komunitas, meningkatkan perekonomian rakyat dengan cara menggerakkan desa. Melalui apa? Ya melalui homestay.Kita menginginkan masyarakat Desa untuk membangun homestay yang layak untuk wisatawan” ujar Pius Baut.

Pius Baut mengaku, dengan adanya homestay, masyarakat desa akan lebih berusaha menggali potensi wisata untuk menarik wisatawan. Mereka juga akan berusaha membuat wisatawan itu beta tinggal di desanya untuk menikmati berbagai atraksi wisata yang disuguhkan.

Baca Juga: Ibu Iriana Bersama Rombongan OASE KIM Kunjungan Kerja ke Labuan Bajo

Setiap hari wisatawan dipastikan akan mengunjungi Desa wisata, jika masyarakat Desa wisata terus mengoptimalkan potensi sektor pariwisata yang dimiliki masing-masing desa.

“Jadi wisatawan tidak hanya berkunjung terus pulang ke kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Tetapi mereka akan berusaha untuk tinggal lebih lama di desa wisata. Kalau seperti itu, aktivitas masyarakat desa juga lebih banyak tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat Desa,"jelas Pius Baut.

Ia menjelaskan, saat ini hampir seluruh desa di wilayah Manggarai Barat memiliki potensi wisata unggulan, baik dari segi kuliner, alam, maupun budaya. Desa-desa inilah yang nantinya akan didirikan penginapan-penginapan atau homestay.

Masyarakat desa harus menangkap peluang dengan potensi sektor pariwisata yang dimiliki oleh masing-masing desa.

Baca Juga: Polisi Tangkap Penimpun BBM Subsidi Asal NTB di Labuan Bajo

Pemkab Manggarai Barat kata Pius Baut,sejak tahun 2021 lalu terus menggerakkan masyarakat di pedesaan membangun homestay.Saat ini belasan desa wisata di Manggarai Barat sudah memiliki homestay.

Rata-rata desa yang memiliki destinasi wisata unggulan seperti Desa Liang Ndara dan Desa Cunca Wulang telah memiliki puluhan homestay.

“Kalau kami inginnya homestay itu dibangun di seluruh desa wisata.Tercatat hampir 50 lebih desa di  Manggarai Barat ditetapkan sebagai desa wisata. Hampir setiap tahun wisatawan mengunjungi Desa Wisata itu. Dengan adanya homestay milik masyarakat  itu tentu wisatawan yang berkunjung semakin banyak,” kata Pius Baut.

Pius Baut mengatakan, konsep pembangunan homestay di kawasan desa wisata yang tersebar di wilayah Manggarai Barat sangat menjanjikan bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat di desa. Konsep ini cukup bagus untuk membantu wisatawan.

Baca Juga: Anak Muda Labuan Bajo Didorong Tolak Paham Radikalisme

Sebab, banyak wisatawan yang tidak memiliki cukup dana kalau harus menginap di hotel, sehingga homestay ini sebagai alternatif, terutama bagi wisatawan nusantara (domestik).

Ia menjelaskan, homestay adalah tipe akomodasi yang paling mendekati konsep pariwisata berbasis masyarakat. Sebab wisatawan yang berkunjung, langsung berinteraksi dengan masyarakat sekaligus belajar budaya masyarakat di desa itu sendiri.

Namun konsep akomodasi homestay sangat tergantung pada strategi pelaku usaha pariwisata memanfaatkan dan mempertahankan identitas kebudayaan, alam, dan lingkungan yang bersih.

Baca Juga: Edi Endi Minta UMKM di Manggarai Barat Go Digital

“Konsep homestay ini juga sangat membantu dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa karena wisatawan yang datang berkunjung akan secara langsung berinteraksi dan menikmati kehidupan seperti masyarakat loka,” jelas Pius Baut.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

UMKM dan BUMDes Didorong Bersinergi

Sabtu, 26 November 2022 | 16:21 WIB

BUMDes Didorong Kelola Homestay 

Selasa, 22 November 2022 | 06:33 WIB

Kelola Aset, Desa Didorong Bangun BUMDes

Selasa, 22 November 2022 | 05:45 WIB

Harga Bahan Pokok di Labuan Bajo Stabil

Minggu, 20 November 2022 | 14:54 WIB

BPOLBF Diminta Tidak Berorientasi Kepentingan Investor

Minggu, 20 November 2022 | 13:36 WIB

Pemdes Siru Sumbang Puluhan Kambing Untuk Warga

Senin, 14 November 2022 | 18:29 WIB

Kopi Flores Mejeng di Pameran Ekraf Exotic NTT

Sabtu, 5 November 2022 | 13:10 WIB
X