Masyarakat Didorong kembangkan Home Industri

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 16:44 WIB
Direktur Perumda Bidadari, Sutanto Werry saat mengecek kain tenun produk UMKM lokal di Labuan Bajo
Direktur Perumda Bidadari, Sutanto Werry saat mengecek kain tenun produk UMKM lokal di Labuan Bajo

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Pemerintah Kabupaten mendorong masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat untuk serius mengembangkan home industri. Home industri rumah tangga mesti dikembangan di Labuan Bajo,Ibukota Kabupaten Manggarai Barat dikarenakan potensi usaha itu sangat menjanjikan.Kabupaten Manggarai Barat saat ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara dan nusantara.

Hal itu disampaikan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, Kamis (25/8/2022) siang.

Edi Endi menjelaskan, Kabupaten Manggarai Barat merupakan daerah pariwisata,dimana Home Industri dibutuhkan oleh banyak wisatawan. Diyakini bahwa home industri tidak saja digemari oleh wisatawan lokal,wisatawan  mancanegara juga sangat senang saat melihat hasil karya masyarakat lokal berupa tenun dan pakian adat manggarai saat melancong di lokasi obyek wisata.

Di wilayah Manggarai Barat sendiri memiliki puluhan obyek wisata yang sudah terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat baru-baru ini mengeluarkan kebijakan untuk melestarikan topi Re'a,topi adat Manggarai Barat yang terbuat dari daun Re'a. Pasanya untuk Topi Re'a sendiri yakni instansi pemerintah dan swasta serta masyarakat umumnya termasuk wisatawan asing.

Baca Juga: BKIPM Labuan Bajo Janji Awasi Ikan

Hal serupa juga terdapat hal lain seperti buah-buahan advokad,pepaya dan pisang.Hasil pertanian masyarakat Manggarai itu,tidak saja dijual gelondongan dalam bentuk buah,tetapi diolah dalam bentuk Jus dan pisang biasa juga biasa dijadikan kripik dan pisang cokelat. Sehingga industri rumah tangga harus terus dikembangkan,dimana peluangnya sangat menjanjikan. Masyarakat lokal di Mabar harus menangkap peluang usaha tersebut," ujar Edi Endi.

Menurutnya,wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo pasti akan mencari home industri. Wisatawan sangat cinta dan ingin mengetahui proses pembuatan kain tenun tradisional masyarakat lokal di Manggarai Barat.

Namun,sayangnya selama ini home industry di Manggarai Barat belum ada yang menarik dan dikenal oleh wisatawan. Hal itu dikarenakan masyarakat lokal belum menangkap peluang usaha home industri.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kesatuan Pengelolahan Hutan (KPH) Wilayah Manggarai Barat, Stefanus Nali mengatakan potensi alam di Manggarai Barat sangat menjanjikan tidak terkecuali hasil hutan. Tetapi sayangnya hasil hutan tersebut belum diurus secara sempurna oleh masyarakat lokal di Manggarai Barat. Salah satu hasil hutan yang menjanjikan di wilayah Manggarai Barat yakni madu dan enau.

Di daerah Manggarai Barat sendiri kaya akan pohon enau. Daun Enau sendiri dapat digunakan untuk atap rumah,lidi untuk sapu dan ijuk untuk atap rumah. Sedangkan niranya dapat dikelolah untuk dijadikan Sopi,minuman tradisional masyarakat Manggarai Barat dan dikelolah menjadi gula Merah.

Potensi tersebut selama ini telah dikelolah oleh sebagian masyarakat di sejumlah desa untuk peningkatan ekonomi keluarga,walaupun belum semuanya masyarakat mengelolah potensi pohon enau tersebut.Serta KPH Manggarai Barat belakangan membangun kerjasama dengan kelompok masyarakat tertentu yang mengelolah Nira termasuk kelompok dampingan.

Produk-produk yang dihasilkan dalam bentuk Gula Merah. PKH Manggarai Barat juga kerjasama dengan masyarakat di sejumlah desa yang penghasil Madu untuk melakukan pendampingan.

Baca Juga: 64 Desa di Gerogot Stunting Terburuk 

Stef Nali mengaku, potensi sejumlah usaha home industri di Manggarai Barat sangat menggiurkan. Hanya selama ini masyarakat belum menjadikan potensi yang ada untuk dikembangankan sebagai sumber pendapatan. Masyarakat yang mengelolah Nira untuk menjadi Gula Merah belum fokus dan menjadikan usaha tersebut sebagai usaha sampingan.

Menurutnya,jika kerjasama dengan pihak industri terkait Nira untuk usaha Permen atau manisan harus punya syarat dan memiliki  standar. Oleh karena itu,petani atau kelompok tani di wilayah Mabar harus mengusahakannya secara kontinu dengan jumlah sesuai kebutuhan industri tersebut atau sesuai syarat dan standarisasi industri.

Tetapi masalah di Kabupaten Manggarai Barat adalah selama ini usaha tersebut tidak kontinu,tanpa standar dan syarat industri.

"Demikian halnya dengan usaha madu.Ini semua harus dikelolah dengan baik agar usaha madu mampu meningkatan perekonomian masyarakat lokal. Asalkan saja masyarakat Manggarai Barat serius berusaha Madu," tutur Stef Nali.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

UMKM dan BUMDes Didorong Bersinergi

Sabtu, 26 November 2022 | 16:21 WIB

BUMDes Didorong Kelola Homestay 

Selasa, 22 November 2022 | 06:33 WIB

Kelola Aset, Desa Didorong Bangun BUMDes

Selasa, 22 November 2022 | 05:45 WIB

Harga Bahan Pokok di Labuan Bajo Stabil

Minggu, 20 November 2022 | 14:54 WIB

BPOLBF Diminta Tidak Berorientasi Kepentingan Investor

Minggu, 20 November 2022 | 13:36 WIB

Pemdes Siru Sumbang Puluhan Kambing Untuk Warga

Senin, 14 November 2022 | 18:29 WIB

Kopi Flores Mejeng di Pameran Ekraf Exotic NTT

Sabtu, 5 November 2022 | 13:10 WIB
X