Burung Indonesia dan KPH Manggarai Barat  Sosialisasi SVLK dan Pemasaran Kayu Legal

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 09:26 WIB
Sosialisasi SVLK dan Pemasaran Kayu Legal bagi pengusaha kayu di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat  (victorynews.id/SATRIA)
Sosialisasi SVLK dan Pemasaran Kayu Legal bagi pengusaha kayu di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Burung Indonesia bekerja sama dengan UPT KPH Wilayah Kabupaten  Manggarai Barat menyelenggarakan Sosialisasi Penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dan Pemasaran Kayu Legal bagi Para Pengusaha Penampungan dan Industri Pengolahan Kayu di Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (16/8/2022) di Aula Hotel Prundi Labuan Bajo.

Kepala KPH Manggarai Barat, Stefanus Nali dalam pemaparannya menyatakan bahwa “penerapan SVLK ini mengacu kepada Ketentuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.30/Menlhk/Setjen/PHPL.3/3/2016 tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan verifikasi Legalitas kayu pada pemegang Ijin, atau pada Hutan Hak.

Berdasarkan Peraturan ini, pemegang ijin usaha usaha TPT, Industri berbahan baku kayu dan pemilik hutan hak wajib memiliki sertifikat legalitas kayu.

Ia menjelaskan, sebagai penjabaran lebih lanjut atas Peraturan menteri ini, diatur secara khusus melalui peraturan Dirjen PHPL Nomor 14 tahun 2016 yang berisi persyaratan untuk memenuhi persyaratan legalitas kayu dan produk kayu.

Baca Juga: Kegiatan Pertanian Harus Mengangkat Kearifan Lokal

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Flores Program Manager, Lody Anjut menjelaskan, SVLK merupakan mekanisme ketelusuran asal-usul kayu mulai dari tempat di mana kayu itu tumbuh, mekanisme pengangkutan, penampungan, pengolahan hingga sampai ke konsumen akhir.

SVLK diterapkan mulai dari hulu (petani kayu) hingga ke hilir (industri pengolah dan Eksportir). Penerapan SVLK oleh semua pihak akan menjamin peredaran kayu legal dan keberlanjutan usaha para petani dan pengusaha.

Data yang terhimpun di Manggarai Barat hingga pertengahan tahun 2022, tercatat 11 Tempat Penampungan Kayu Rakyat Terdaftar dan 18 Industri Pengolahan Kayu yang semuanya belum menerapkan SVLK sebagaimana ketentuan P.30 /Tahun 2016 dan Perdijen  PHPL no. 14 Tahun 2016.

Stakeholder Relation Officer Burung Indonesia Program Flores, Ferdinand Hamin, menjelaskan sosialisasi SVLK dan Pemasaran Kayu Legal bertujuan untuk membagikan informasi tentang kewajiban penerapan SVLK bagi para pengusaha penampungan kayu dan Pengusaha industry pengolahan kayu di Manggarai Barat.

Serta mengajak para pengusaha penanmpungan dan industry pengolahan kayu menerapkan SVLK.

Selain itu, bertujuan menginisiasi terbentuknya asosiasi pengusaha kayu di Manggarai Barat. Pengetahuan dan pemahaman tentang aturan ini menjadi dasar untuk keterlibatan para pengusaha kayu ini dalam menerapkan SVLK.

Baca Juga: Stok Pangan di Kuwus Barat Masih Cukup

“Para pengusaha perlu diberitahu tentang perkembangan aturan panatausahaan kayu terutama terkait sertifikasi kayu yang bersifat wajib oleh semua pemegang ijin usaha berbahan baku kayu termasuk petani pemilik hutan hak” ujar Hamin.

Direktur CV.Komodo Jaya, Paskalis Yosep Sudario menyampaikan ucapan terima kasih kepada Burung Indonesia dan KPH Manggarai Barat yang telah mempertemukan para pengusaha kayu di  Manggarai Barat sekaligus menginisiasi terbentuknya Asosiasi Pengusaha Kayu  Manggarai  Barat (APKMB). Masih banyak hal yang perlu dibenah untuk menjadi sebuah organisasi asosiasi yang mumpuni.

" Manggarai Barat pernah ada asosiasi pengusaha kayu tetapi tidak berjalan karena tidak ada pendampingan. Diharapkan peran Burung Indonesia dan KPH untuk bersama-sama mendampingi asosiasi ini menjadi bermanfaat tidak saja untuk kepentingan para pengusaha kayu tetapi kepentingan kelestarian hutan Manggarai Barat  melalui penerapan SVLK dan Pemasaran Kayu Legal,"harap Paskalis.****

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Pemkab Manggarai Barat Perlu Beri Ruang Ekonomi Lokal

Minggu, 2 Oktober 2022 | 17:32 WIB

Komodo Dinilai Belum Menguntungkan Masyarakat Lokal

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 20:48 WIB

Pembangunan Desa Wisata Harus Optimal

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 14:37 WIB

Labuan Bajo Harus Bangun Sentra Kerajinan Khas

Jumat, 30 September 2022 | 15:52 WIB

Penenun Diminta Serius Jalani Usaha

Kamis, 29 September 2022 | 18:10 WIB

Masyarakat Desa Wisata Didorong Bangun Homestay

Rabu, 28 September 2022 | 13:37 WIB

Petani Keluhkan Harga Penjualan Komoditas

Selasa, 27 September 2022 | 21:47 WIB

Edi Endi Minta UMKM di Manggarai Barat Go Digital

Selasa, 27 September 2022 | 21:17 WIB

Kampung Coal Diminta Genjot Potensi Wisata

Senin, 26 September 2022 | 16:14 WIB

Pelaku UMKM Didorong Berkolaborasi

Sabtu, 24 September 2022 | 15:17 WIB

Pendapatan Warga Pulau Komodo Berkurang

Sabtu, 17 September 2022 | 19:18 WIB

Suzuki East Marine Buka Diler Di Labuan Bajo

Sabtu, 17 September 2022 | 18:10 WIB

Nelayan Keluhkan Kenaikan BBM

Rabu, 14 September 2022 | 14:45 WIB

Penumpang Ferry Dapat Beli Tiket Di Kantor Pos

Rabu, 14 September 2022 | 09:49 WIB
X