Pelajar SMK Negeri 1 Welak Belajar Tanam Hidroponik

- Senin, 8 Agustus 2022 | 10:21 WIB
Pelatih budidaya hidroponik saat memberikan pelatihan kepada pelajar SMK Negeri 1 Welak tentang budidaya hidroponik. (victorynews.id/SATRIA)
Pelatih budidaya hidroponik saat memberikan pelatihan kepada pelajar SMK Negeri 1 Welak tentang budidaya hidroponik. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Kelompok Saung Minak Hidroponik Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo,Kabupaten Manggarai Barat melakukan  pelatihan dan pendampingan budidaya hidroponik kepada 17 siswa-siswi SMKN 1 Welak, Kecamatan Welak,Senin (8/8/2022) halaman Kantor Desa Golo Bilas

Ketua Kelompok Saung Minak Desa Golo Bilas, Irwan Muliyadi mengaku, bangga mendampingi siswa-siswi SMKN 1 Welak untuk memberi pelatihan budidaya hidroponik. Dirinya akan mendampingi para Pelajar SMKN 1 Welak agar bisa membudidayakan bertanam dengan menggunakan sistem hidroponik.

Ia menyampaikan, ada empat hal utama yang kita lakukan dalam pelatihan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik,yaitu membuat unit instalasinya, menentukan lokasi penempatan unit lalu memberikan pengetahuan dasar dan aplikatif tentang hidroponik serta praktek mulai dari penyemaian bibit hingga penempatan tanaman pada unit instalasi yang sudah dibuat. 

Baca Juga: Semangat berbagi, Panitia Festival Golo Koe Labuan Bajo Salurkan 100 Paket Sembako Bagi Kaum Difabel

"Dulu kami hadir hanya sebagai peserta yang mengikuti pelatihan pendampingan hidroponik dari BPOLBF dan sekarang kami dapat mengimplementasikan ilmu tersebut kepada masyarakat luas terlebih kepada siswa-siswi ini. Kami sangat antusias memberikan pelatihan ini dan berharap setiap ilmu yang kami berikan dapat diterapkan ke masyarakat lebih luas oleh siswa-siswi tersebut sehingga bisa membudidayakan tanaman hidroponik dengan baik," ungkap Irwan.

Ia mengatakan, usai pelatihan tanaman hidroponik, para pelajar di SMKN 1 Welak dapat memanfaatkan lahan kosong dan barang-barang bekas untuk penanaman hidroponik. Cara merawat tanamannya pun sangat mudah, siswa-siswi tidak perlu menyiram tanaman karena air nutrisi mengalir dengan bantuan mesin pompa.

Irwan Mulyadi menyampaikan, manfaat hasil yang didapat dari pembudidayaan tanaman tersebut yakni keuntungan dari penjualan sayur mencapai Rp 1,2 juta, namun hal yang lebih penting adalah bagaimana anggota kelompok bisa mendapatkan ilmu ini secara gratis dan nantinya bisa mengajarkannya ke orang lain.

"Keuntungan lainnya adalah bagaimana ilmu tersebut nantinya kami bisa dikembangkan lagi ke skala lebih besar sehingga Desa Golo Bilas dikenal masyarakat karena tanaman hidroponiknya," jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Manggarai Barat Mulai Fokus Atasi Kemacetan

Sementara itu, harapan lainnya adalah setiap peserta wajib memiliki lahan hidroponik disetiap rumah sehingga sayur yang dihasilkan bisa disuplay ke hotel-hotel.

Mewakili pihak Badan Otorlitas Pariwisata Labuan Bajo-Flores (BOPLBF), Aurolius Sutardi, dihadapan siswa-siswi menjelaskan apa itu tanaman hidroponik dan manfaat ekonominya bagi masyarakat. Dirinya berharap agar proses pendampingan dari BOPLBF tidak disia-siakan oleh anggota kelompok Saung Minak.

"Saya berharap agar kelompok Saung Minak tidak hanya fokus budidaya hidroponik saja akan tetapi bagaimana memanfaatkan pekarangan dilokasi tersebut semaksimal mungkin agar diolah secara baik sehingga menarik bagi pengunjung agar nantinya bisa digunakan sebagai rumah edukasi untuk masyarakat yang memiliki minat pada tanaman hidroponik dan bisa diaplikasikan di rumahnya masing-masing," ujar Rolis.

Ketua kelompok dari siswa-siswi  yang diwakili,Yosep Yernes Jemali mengaku, senang karena telah mengikuti pelatihan pembudidayaan hidroponik di kelompok Saung Minak Desa Golo Bilas tersebut secara gratis.

Baca Juga: Komitmen Warloka Marina dan Resort Pada Kearifan Lokal Manggarai Barat

"Ilmu yang didapat dari mentor anggota kelompok Saung Minak begitu berharga dan sebagai siswa jurusan pertanian kami sangat antusias. Semoga apa yang didapatkan dari pelatihan ini, kami dapat terapkan ke masyarakat," ujar Jemali.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Pemkab Manggarai Barat Perlu Beri Ruang Ekonomi Lokal

Minggu, 2 Oktober 2022 | 17:32 WIB

Komodo Dinilai Belum Menguntungkan Masyarakat Lokal

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 20:48 WIB

Pembangunan Desa Wisata Harus Optimal

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 14:37 WIB

Labuan Bajo Harus Bangun Sentra Kerajinan Khas

Jumat, 30 September 2022 | 15:52 WIB

Penenun Diminta Serius Jalani Usaha

Kamis, 29 September 2022 | 18:10 WIB

Masyarakat Desa Wisata Didorong Bangun Homestay

Rabu, 28 September 2022 | 13:37 WIB

Petani Keluhkan Harga Penjualan Komoditas

Selasa, 27 September 2022 | 21:47 WIB

Edi Endi Minta UMKM di Manggarai Barat Go Digital

Selasa, 27 September 2022 | 21:17 WIB

Kampung Coal Diminta Genjot Potensi Wisata

Senin, 26 September 2022 | 16:14 WIB

Pelaku UMKM Didorong Berkolaborasi

Sabtu, 24 September 2022 | 15:17 WIB

Pendapatan Warga Pulau Komodo Berkurang

Sabtu, 17 September 2022 | 19:18 WIB

Suzuki East Marine Buka Diler Di Labuan Bajo

Sabtu, 17 September 2022 | 18:10 WIB

Nelayan Keluhkan Kenaikan BBM

Rabu, 14 September 2022 | 14:45 WIB

Penumpang Ferry Dapat Beli Tiket Di Kantor Pos

Rabu, 14 September 2022 | 09:49 WIB
X