BUMDes Kolarek Diapresiasi

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:38 WIB
 (Gola Kolang dalam kemasan produksi BUMDes Kolarek Kecamatan Kuwus Barat.)
(Gola Kolang dalam kemasan produksi BUMDes Kolarek Kecamatan Kuwus Barat.)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat  mengapresiasi langkah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kolarek di Desa Sompang Kolang Kecamatan Kuwus Barat, yang memproduski gula lokal yang disebut "gola kolang" dalam kemasan siap saji yang dipakai dari Dana Desa (DD).

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, Minggu (7/8/2022) mengatakan, BUMDes Kolarek telah memberikan contoh yang baik bagi BUMDes yang ada di wilayab Manggarai Barat.Pasalnya langkah mengelolah gula merah tersebut diyakini akan berdampak positif untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Serta yang lebih penting penggunaan DD tersebut sesuai prioritas pembiayaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat terutama masyarakat Desa Sompang Kolang.

“Produksi gula lokal dalam kemasan siap saji merupakan upaya kreatif yang layak mendapat apresiasi. Sudah saatnya gula lokal kolang keluar dari pasar local ke pasar global. Sebagai pemimpin di daerah ini, saya tentu sangat mendukung dan turut membantu mempromosikan gula lokal kolang,” tegasnya.

Menurut Edi Endi, gula lokal atau biasa di sebut Gola malang merupakan produksi masyarakat Manggarai  Barat yang ada di Hamente Kolang dan Pacar. Dimana produksi Gula Merah yang diwariskan secara turun-temurun. Pada saat gula pasir belum beredar secara luas di Manggarai pada umumnya, Gola Malang menjadi pilihan utama.

Baca Juga: Industri Pariwisata Sebagai Lokomotif Pembangunan

Ia mengatakan, kedepan Gola Malang akan diupayakan menjadi sajian wajib pada semua intansi baik Pemerintahan maupun swasata termasuk bidang usaha hotel dan restoran di Labuan Bajo.Saat ini banyak orang yang berminat mengkonsumsi gula lokal karena tidak mengandung zat-zat yang berbahaya untuk kesehatan. Apalagi proses pembuatannya sangat ramah lingkungan. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kabupaten Manggarai Barat,Melkior Nurdin memuji BUMDes Kolarek yang telah serius mengelolah badan usaha mengembangkan potensi yang ada di Desa Sompang Kolang.

BUMDes Kolarek yang dibangun menggunakan Dana Desa tercatat mampu meraup keuntungan. BUMDes Kolarek  sendiri dikelola langsung oleh masyarakat Desa Sompang Kolang, Kecamatan Kuwus Barat.

BumDes Kolarek kata dia, sangat layak diapresiasi, karena terbukti dana desa telah dimanfaatkan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat di Desa Sompang Kolang. Kepala desa merupakan ujung tombak pengelolaan dana desa, maka  kepala desa harus bisa jadi penggerak ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Jalur Utara dan Selatan Dikembangkan Sektor Pariwisata

Pengelolaan BUMDes merupakan  salah satu upaya yang tepat untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat melalui usaha kecil,"jelas Melkior.

Melkior mengatakan, Kecamatan Kuwus Barat  termasuk wilayah unggul dan memiliki banyak potensi. Banyak potensi sumber daya alam yang dihasilkan seperti komuditas pertanian.
Dirinya mengharapkan  agar BUMDes Kolaret semakin baik dan ditularkan bagi BumDes desa lainnya di Manggarai Barat.

Untuk diketahui, gula local Gola Malang bersumber dari pohon enau setelah melalui proses tertentu. Pohon enau biasanya terdapat dua jenis buah yang berbeda. Buah yang pertama disebut Longko, buah yang kedua disebut Ndara.Longko tidak bisa diolah menjadi air nira hanya menghasilkan biji sedangkan yang menghasilkan air adalah Ndara.

Air nira rasanya sangat manis seperti buah kurma. Untuk menghasilkan gula atau Gola dalam bahasa manggarai, air nira ini dimasak dengan mengunakan kuali/wajan dalam bahasa setempat disebut Cewe Tana diatas api yang dinyalakan secara konsisten. Butuh waktu 3-5 jam, dengan tahapan tertentu air nira berubah jadi gula lokal.

Baca Juga: Bupati Manggarai Barat Dorong Pengelolaan Destinasi Wisata Ke Pemdes

Sebelum jadi gula, air nira yang dimasak melewati tahapan mendidih dengan warna putih-putih dan busa-busa dan sangat kental. Selama air nira yang sudah berubah tersebut harus selalu diaduk sampai rata hingga membetuk seperti gula pasir.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Pemkab Manggarai Barat Perlu Beri Ruang Ekonomi Lokal

Minggu, 2 Oktober 2022 | 17:32 WIB

Komodo Dinilai Belum Menguntungkan Masyarakat Lokal

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 20:48 WIB

Pembangunan Desa Wisata Harus Optimal

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 14:37 WIB

Labuan Bajo Harus Bangun Sentra Kerajinan Khas

Jumat, 30 September 2022 | 15:52 WIB

Penenun Diminta Serius Jalani Usaha

Kamis, 29 September 2022 | 18:10 WIB

Masyarakat Desa Wisata Didorong Bangun Homestay

Rabu, 28 September 2022 | 13:37 WIB

Petani Keluhkan Harga Penjualan Komoditas

Selasa, 27 September 2022 | 21:47 WIB

Edi Endi Minta UMKM di Manggarai Barat Go Digital

Selasa, 27 September 2022 | 21:17 WIB

Kampung Coal Diminta Genjot Potensi Wisata

Senin, 26 September 2022 | 16:14 WIB

Pelaku UMKM Didorong Berkolaborasi

Sabtu, 24 September 2022 | 15:17 WIB

Pendapatan Warga Pulau Komodo Berkurang

Sabtu, 17 September 2022 | 19:18 WIB

Suzuki East Marine Buka Diler Di Labuan Bajo

Sabtu, 17 September 2022 | 18:10 WIB

Nelayan Keluhkan Kenaikan BBM

Rabu, 14 September 2022 | 14:45 WIB

Penumpang Ferry Dapat Beli Tiket Di Kantor Pos

Rabu, 14 September 2022 | 09:49 WIB
X