Pemkab Manggarai Barat Diminta Aktif  Kembangkan Pertanian 

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 18:39 WIB
Pelatihan ilmu dasar tentang pertanian oleh PT.Syngenta Indonesia kepada petani di Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat. (victorynews.id/SATRIA)
Pelatihan ilmu dasar tentang pertanian oleh PT.Syngenta Indonesia kepada petani di Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat. (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat diminta untuk lebih gencar lagi mengembangkan pertanian di wilayah itu. Pasalnya, perkembangan sektor pariwisata tidak diimbangi dengan pengembangan pertanian, sehingga pasokan sayur untuk hotel-hotel didatangkan dari daerah lain, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), bukan dari petani NTT.

Head of Corporate Affairs Syngenta Indonesia, Midzon Johannis, Sabtu (6/8/2022) saat memberi pelatihan 100 Petani di Wangkung Kecamatan Boleng mengatakan, beberapa lokasi di sekitar Labuan Bajo sangat bagus untuk dijadikan sebagai basis pengembangan tanaman hortikultura. 

Baca Juga: BPOLBF Gunakan Aplikasi GIS Permudah Informasi DPSP

"Itu yang tidak kita lihat. Sangat menyedihkan pertumbuhan pariwisata Mabar timpang,"tegasnya

Midzon mengatakan, pertumbuhan pariwisata harus dirasakan oleh para petani, bukan hanya oleh calo tanah, pemilik kapal pesiar, hotel dan sebagainya. Itulah yang dinamakan perekonomian sektor riil, kegiatan-kegiatan yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

Dalam pelatihan itu, Syngenta mengajarkan pola tanam dan pemeliharaan beberapa jenis komoditas seperti tanaman cabe, padi, jagung dan kakao (cokelat).

Ia meminta, petani untuk memanfaatkan lahan pertanian. Petani mesti memiliki konsep pertanian yang jelas, mulai dari persiapan pembenihan, produksi hingga aspek pemasarannya. 

Baca Juga: Persamba Manggarai Barat Bantai Persewa Waingapu 4-2

"Pertumbuhan pariwisata Komodo harus dimanfaatkan.Ini pasar besar,"katanya.

Pelatihan ini hasil kerja sama Syngenta dengan pastor paroki Wangkung, Romo Laurens Teon, Pr. 

Adapun PT. Syngenta merupakan perusahan internasional yang bergerak pada teknologi pertanian. Perusahaan ini berbasis di Swiss dan beroperasi di 90 negara.

Syngenta telah banyak membantu mendorong produksi padi di Jawa, Sulawesi, NTB dan Sumatera hingga 10 ton per hektar (ha) jauh dari rata-rata nasional yang hanya sekitar 4,5 ton per ha.

Salah seorang petani, Valentinus Hendrisun mengatakan, selama ini dirinya memang telah mengembangkan cabe tetapi produksinya masih terbatas. Di samping karena kekurangan pengetahuan untuk memeliharanya juga karena keterbatasan modal untuk mengembangkan dalam jumlah lebih besar.

Baca Juga: Potensi Pariwisata Manggarai Barat Harus Terus Dikembangkan

"Semoga ilmu-ilmu yang diajarkan dalam pelatihan bisa kami aplikasikan,"paparnya.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Stok Pangan di Kuwus Barat Masih Cukup

Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:41 WIB

Warga Pulau Komodo Bertahan Dengan Menjual Asam

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:39 WIB

Pensiunan ASN Usaha Ayam Bertelur

Senin, 8 Agustus 2022 | 11:27 WIB

Pelajar SMK Negeri 1 Welak Belajar Tanam Hidroponik

Senin, 8 Agustus 2022 | 10:21 WIB

BUMDes Kolarek Diapresiasi

Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:38 WIB

Nasib TKBM di Labuan Bajo Tidak Terurus

Kamis, 4 Agustus 2022 | 10:02 WIB

Masyarakat Diminta Manfaatkan Sektor Pariwisata 

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:44 WIB

Harga Bawang Merah Terus Meningkat

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:26 WIB

Pasar Warloka Sebagai Pasar Barter Harus Dilestarikan

Selasa, 2 Agustus 2022 | 15:48 WIB

Labuan Bajo Perlu Tingkatkan Produksi Udang

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:03 WIB

Golomory Luncur Kemasan Baru Kopi Asli Manggarai

Senin, 25 Juli 2022 | 16:25 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Peternak Ayam Kampung

Selasa, 19 Juli 2022 | 15:03 WIB
X