Kopi Robusta Manggarai Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 13:05 WIB
Wakil Bupati Manggarai, Heribertus Ngabut
Wakil Bupati Manggarai, Heribertus Ngabut

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Kopi Robusta  Manggarai memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Alam Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia (Kemenkumham RI).

Dengan diterbitkannya sertifikat tersebut, Kopi Robusta Manggarai mendapatkan pengakuan atas eksistensi dan spesifikasinya.

Wakil Bupati Kabupaten Manggarai, Heribertus Ngabut, Sabtu (6/8/2022) mengatakan, sertifikat Indikasi Geografis yang diperoleh merupakan bukti bahwa Kopi Robusta Manggarai diakui kualitasnya.
Kabupaten Manggarai menyimpan potensi wisata yang besar.

Dirinya menginginkan agar kopi robusta manggarai  harus bisa menjadi ikon di pasar internasional. 

Baca Juga: Pemkab Manggarai Barat dan UMY Kembangkan Kerjasama di Sektor Pariwisata

Ia mengaku, kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup terutama bagi semua elemen masyarakat di Indonesia.permintaan kopi yang semakin tinggi terlihat dari pertumbuhan kedai kopi yang semakin pesat di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kualitas dan rasa Kopi Robusta Manggarai memang tidak diragukan,” ujar Heri Ngabut.

Heri Ngabut menyampaikan, sertifikat Indikasi                Geografis yang diperoleh memberi kesempatan bagi Kabupaten Manggarai untuk terus mengembangkan kopi Robusta sebagai salah satu produk unggulan. Dengan sertifikat yang di peroleh, memberi spirit baru bagi Pemda Manggarai untuk terus mengembangkan kopi Robusta Manggarai sebagai produk unggulan.

Kopi robusta Manggarai akan terus berkembang mulai dari sederhana hingga modern dan hampir setiap desa di Manggarai memiliki tanaman kopi robusta.Kedai kopi di Labuan Bajo dan Jakarta sudah mengunakan kopi robusta manggarai yang diproduksi oleh petani di wilayah Manggarai," jelas Heri Ngabut.

Heri Ngabut mengatakan, Pemkab Manggarai  kedepanya akan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor agrowisata kopi menjadi kebutuhan sangat mendesak agar dapat meningkatkan produktivitas olahan kopi, atraksi agrowisata, dan pengembangan desa wisata yang berujung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa.

Halaman:

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Stok Pangan di Kuwus Barat Masih Cukup

Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:41 WIB

Warga Pulau Komodo Bertahan Dengan Menjual Asam

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:39 WIB

Pensiunan ASN Usaha Ayam Bertelur

Senin, 8 Agustus 2022 | 11:27 WIB

Pelajar SMK Negeri 1 Welak Belajar Tanam Hidroponik

Senin, 8 Agustus 2022 | 10:21 WIB

BUMDes Kolarek Diapresiasi

Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:38 WIB

Nasib TKBM di Labuan Bajo Tidak Terurus

Kamis, 4 Agustus 2022 | 10:02 WIB

Masyarakat Diminta Manfaatkan Sektor Pariwisata 

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:44 WIB

Harga Bawang Merah Terus Meningkat

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:26 WIB

Pasar Warloka Sebagai Pasar Barter Harus Dilestarikan

Selasa, 2 Agustus 2022 | 15:48 WIB

Labuan Bajo Perlu Tingkatkan Produksi Udang

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:03 WIB

Golomory Luncur Kemasan Baru Kopi Asli Manggarai

Senin, 25 Juli 2022 | 16:25 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Peternak Ayam Kampung

Selasa, 19 Juli 2022 | 15:03 WIB
X