Nasib TKBM di Labuan Bajo Tidak Terurus

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 10:02 WIB
Ketua Asosiasi Perusahan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Cabang Manggarai Barat‎, Charles Angliwarman (victorynews.id/SATRIA)
Ketua Asosiasi Perusahan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Cabang Manggarai Barat‎, Charles Angliwarman (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Ketua Asosiasi Perusahan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Cabang Manggarai Barat‎, Charles Angliwarman mengaku nasib Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Labuan Bajo selama ini tidak terurus atau sangat memprihatinkan.

Pasalnya, baik Syahbandar Pelabuhan Labuan Bajo maupun Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Manggarai Barat  kurang memperhatikan nasib TKBM.Padahal undang-undang telah mengatur tugas pemerintah harus mengsejaterahkan para buruh,baik buruh pelabuhan maupun burus di darat melalui perbaikan nasib para buruh yang selama ini telah beraktifitas di Pelabuhan Labuan Bajo.

Carles Angliwarman, Kamis (4/8/2022) mengatakan seharusnya tiga komponen di Pelabuhan Labuan Bajo seperti Syahbandar, APBMI dan TKBM harus saling mengisi agar persoalan arus barang yang masuk di Labuan Bajo berjalan lancar. Tetapi, faktanya,TKBM tidak terurus, Syabandar juga berjalan sendiri tanpa harus memperhatikan nasib TKBM yang bekerja di Pelabuhan Labuan Bajo.

Baca Juga: Perumda Air Minum Wae Mbeliling Siapkan 50 Ribu Liter Air Bersih

"Kita ingin TKBM di Labuan Bajo harus sejatera tentunya seluruh TKBM harus masuk menjadi anggota Koperasi sehingga melalui Koperasi TKBM nantinya,seluruh buruh bisa mendapatkan kartu BPJS. Sehingga sudah berkali-kali kita mendorong Syabandar untuk serius juga mengurus tenaga kerja atau seluruh aktifitas di Pelabuhan yang berkaitan dengan TKBM harus berjalan sesuai aturan," tegas Charles.

Ia mengatakan, kondisi TKBM di Pelabuhan Labuan Bajo selama ini seperti tidak terurus. Nasib TKBM juga kurang diberhatikan,bahkan dengan leluasan perusahan yang melakukan bongkar muat di pelabuhan seenaknya memasukan tenaga buruhnya di pelabuhan untuk melakukan bongkar muat.

Padahal, sesuai aturan tidak boleh ada perusahan yang memasukan buruh di dalam pelabuhan untuk mengurus bongkar muat. Sesuai aturan yang melakukan bongkar muat seluruh barang di pelabuhan  adalah TKBM bukan buruh dari toko atau swalayan yang turun langsung melakukan bongkar muat.

Selama ini,pihak Syahbandar juga terkesan diam dengan persoalan TKBM yang sembarawut itu di Pelabuhan Labuan Bajo. Seharusnya,selaku yang memiliki otoritas di Pelabuhan Labuan Bajo itu adalah Kepala Syabandar itu sendiri. Tetapi,selama ini TKBM tidak terurus dengan baik," ungkap Charles.

Charles menginginkan, persoalan TKBM di Pelabuhan Labuan Bajo sesecepatnya diselesaikan tentunya dengan mengambil langkah agar Koperasi TKBM yang sudah dibentuk pada tahun 2015 lalu di hidupkan kembali dengan tujuan agar seluruh TKBM melalui Koperasi itu nantinya semua TKBM masuk menjadi peserta BPJS.

Dengan masuk menjadi peserta BPJS,jika ada maslahan kesehatan yang dialami oleh anggota TKBM,dapat diselesaikan melalui kartu BPJS artinya tidak mengeluarkan biaya pengobatan dari anggota TKBM.

Baca Juga: Petani di Kecamatan Lembor Kesulitan Pupuk NPK

Selain itu, kedepannya juga perluh ada pembenahan seluruh TKBM di pelabuhan Labuan Bajo. Sehingga, APBMI mau mengajak Syabandar Labuan Bajo untuk mengurus kembali seluruh TKBM di Pelabuhan Labuan Bajo.

Seluruh buruh liar tidak boleh melakukan bongkar muat. Sementara yang berhak untuk melakukan bongkar muat di pelabuhan adalah anggota TKBM yang resmi yang masuk dalam koperasi TKBM. Perusahan lainnya di Labuan Bajo tidak boleh membawa buruh sendiri di Pasar.

Jika ada masyarakat yang ingin menjadi TKBM dipersilakan untuk mendaftar di pengurus TKBM. Intinya, TKBM diurus dengan baik serta tegakan seluruh aturan yang berkaitan dengan bongkar muat," Harap Charles.

Menurut Charles, ada keuntungan jika seluruh TKBM nantinya masuk menjadi anggota Koperasi TKBM. Buruh-buruh dapat bekerja sama dengan bank untuk melakukan kredit usaha untuk pembangunan rumah mereka. Sehingga, nasib TKBM di pelabuhan Bajo diperhatikan dan TKBM merasakan kesejateraan. Selain itu juga, kesehatan dan persoalan masa hari tua TKBM juga diperhatikan oleh koperasi yang dibentuk oleh TKBM itu.

Baca Juga: Masyarakat Diminta Jangan Jadi Penonton

"Target APBMI Manggarai Barat pada Desember 2022, TKBM di Pelabuhan Labuan Bajo sudah terurus dengan baik,Koperasi sudah berjalan dan semua TKBM masuk sebagai peserta PBJS dan yang paling penting tidak ada lagi tenaga buruh liar di pelabuhan dan peraturan tentang TKBM di pelabuhan Labuan Bajo ditegakkan dengan adil dan benar," harap Charles.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Stok Pangan di Kuwus Barat Masih Cukup

Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:41 WIB

Warga Pulau Komodo Bertahan Dengan Menjual Asam

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:39 WIB

Pensiunan ASN Usaha Ayam Bertelur

Senin, 8 Agustus 2022 | 11:27 WIB

Pelajar SMK Negeri 1 Welak Belajar Tanam Hidroponik

Senin, 8 Agustus 2022 | 10:21 WIB

BUMDes Kolarek Diapresiasi

Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:38 WIB

Nasib TKBM di Labuan Bajo Tidak Terurus

Kamis, 4 Agustus 2022 | 10:02 WIB

Masyarakat Diminta Manfaatkan Sektor Pariwisata 

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:44 WIB

Harga Bawang Merah Terus Meningkat

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:26 WIB

Pasar Warloka Sebagai Pasar Barter Harus Dilestarikan

Selasa, 2 Agustus 2022 | 15:48 WIB

Labuan Bajo Perlu Tingkatkan Produksi Udang

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:03 WIB

Golomory Luncur Kemasan Baru Kopi Asli Manggarai

Senin, 25 Juli 2022 | 16:25 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Peternak Ayam Kampung

Selasa, 19 Juli 2022 | 15:03 WIB
X