DPRD Dorong Pemkab Manggarai Barat Kembangkan Pertanian

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 15:51 WIB
Ketua DPRD Manggarai Barat, Marthen Mitar saat bertemu masyarakat Desa Compang Longgo (victorynews.id/SATRIA)
Ketua DPRD Manggarai Barat, Marthen Mitar saat bertemu masyarakat Desa Compang Longgo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat mendorong
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk lebih gencar mengembangkan sektor pertanian di sejumlah kecamatan di wilayah itu. Lahan yang ada di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Boleng,Mbeliling, Macang Pacar,Kuwus dan Kecamatan Ndoso berpotensi untuk mengembangkan tanaman pertanian.

Selain itu, perkembangan pariwisata di Labuan Bajo,Kabupaten Manggarai Barat tidak diimbangi dengan pengembangan pertanian. Sehingga pasokan sayur untuk restoran, hotel-hotel dan kebutuhan rumah tangga didatangkan dari luar daerah Manggarai Barat.

Ketua DPRD Manggarai Barat, Marthen Mitar, Rabu (3/8/2022) mengatakan, beberapa lokasi jalur selatan Labuan Bajo dan sejumlah kecamatan lainnya di wilayah Manggarai Barat sangat bagus untuk dijadikan sebagai basis pengembangan tanaman-tanaman hortikultura.

Sangat menyedihkan ketika pertumbuhan pariwisata sangat bagus namun tidak didukung oleh sektor lainnya seperti pertanian dan infrastruktur.

Ia mengatakan, seharusnya pertumbuhan pariwisata harus dirasakan oleh seluruh  petani, bukan hanya  dinikmati oleh pelaku pariwisata seperti pemilik kapal pesiar, hotel dan pemilik restoran.

Baca Juga: Warga Nampar Macing Siapkan Homestay

Para petani harus terus diberi pelatihan dan dibimbing untuk mengembangan usaha pertanian berupa tanaman holtikultura. Pemkab Manggarai Barat harus memperbanyakan  kegiatan-kegiatan pola tanam dan pemeliharaan jenis komuditas tanaman hortikultura  yang langsung dirasakan oleh masyarakat.

Marthen Mitar meminta, para petani untuk memanfaatkan lahan pertanian yang ada dimasing-masing desa.Para petani harus memiliki konsep pertanian yang jelas, mulai dari persiapan pembenihan, produksi hingga aspek pemasarannya. Pertumbuhan pariwisata harus dimanfaatkan.

Apalagi sektor pariwisata pasar besar bagi petani yang serius mengembangan tanaman pertanian.

Anggota DPRD Manggarai Barat, Vitus Usu mengatakan, selama ini tanaman pertanian milik petani belum maksimal dikembangkan karena disebabkan para petani belum paham pengelolahan tanaman holtikultura.

Pemkab Manggarai Barat saat ini memiliki penyuluh pertanian yang bertugas disejumlah desa. Namun sayangnya, para penyuluh belum bekerja maksimal sehingga tanaman holtikultura tidak dikembangkan dengan pertanian.

Baca Juga: Pasar Warloka Sebagai Pasar Barter Harus Dilestarikan

Selain itu,selama ini juga para petani di Manggarai Barat, menganggap usaha tanaman holtikultura adalah pekerjan cadangan. Masyarakat masih serius menguruh sektor lain karena tidak paham mengelolah pasar untuk tanaman holtikultura.

Labuan Bajo adalah pasar yang sangat bagus untuk tanaman holtikultura.

"Pemkab Manggarai Barat harus terus galahkan pengembangan tanaman holtikultura. Pasar sudah jelas untuk tanaman holtikultura. Selama ini kebutuhan sayur dan buah di Labuan Bajo didatangkan dari luar Manggarai Barar,"kata Vitus Usu.

Ia meminta, petani untuk hentikan menjual tanah. Pasalnya selama ini banyak tanah yang dijual hanya karena tergiur uang yang banyak. Seharusnya tanah yang ada dimanfaatkan untuk tanaman hultikultura.

Tren masyarakat menjual tanah  dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat.Kebiasaan menjual tanah harus dihentikan, Tanah harus dikelolah dengan tanaman yang dapat menghasilkan uang untuk peningkatan ekonomi rumah tangga.

Sehingga tanah tetap menjadi milik masyarakat bukan milik orang.Tanah harus dijaga untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Petani asal Kecamatan  Boleng, Valentinus Hendrison mengatakan, selama ini dirinya memang telah mengembangkan tanaman holtikultura seperti  cabe di Kecamatan Boleng. Namun,sayangnya produksinya masih terbatas.

Baca Juga: Stok BBM di SBPU Labuan Bajo Kosong

Disamping itu karena kekurangan pengetahuan untuk pengembangan tanaman hultikultura, juga karena keterbatasan modal untuk mengembangkan dalam jumlah lebih besar.

Dirinya berharap agar kedepan Pemkab  Manggarai Barat intens turun ke desa untuk gencar memberi pelatihan kepada para petani tentang pengembangan tanaman holtikultura.

Dengan intensnya melakukan pelatihan bagi para petani,maka petani akan mengetahui cara mengembangkan usaha tanaman holtikultura.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Stok Pangan di Kuwus Barat Masih Cukup

Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:41 WIB

Warga Pulau Komodo Bertahan Dengan Menjual Asam

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:39 WIB

Pensiunan ASN Usaha Ayam Bertelur

Senin, 8 Agustus 2022 | 11:27 WIB

Pelajar SMK Negeri 1 Welak Belajar Tanam Hidroponik

Senin, 8 Agustus 2022 | 10:21 WIB

BUMDes Kolarek Diapresiasi

Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:38 WIB

Nasib TKBM di Labuan Bajo Tidak Terurus

Kamis, 4 Agustus 2022 | 10:02 WIB

Masyarakat Diminta Manfaatkan Sektor Pariwisata 

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:44 WIB

Harga Bawang Merah Terus Meningkat

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:26 WIB

Pasar Warloka Sebagai Pasar Barter Harus Dilestarikan

Selasa, 2 Agustus 2022 | 15:48 WIB

Labuan Bajo Perlu Tingkatkan Produksi Udang

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:03 WIB

Golomory Luncur Kemasan Baru Kopi Asli Manggarai

Senin, 25 Juli 2022 | 16:25 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Peternak Ayam Kampung

Selasa, 19 Juli 2022 | 15:03 WIB
X