Pengrajin Kesulitan Pemasaran Patung Komodo

- Senin, 20 Juni 2022 | 17:59 WIB
Pengrajin Patung Komodo di Pulau Komodo saat memahat Patung Komodo (victorynews.id/SATRIA)
Pengrajin Patung Komodo di Pulau Komodo saat memahat Patung Komodo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT-Para pelaku usaha kecil dan menengah atau perajin Patung Komodo di Komodo">Pulau Komodo,Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat, NTT mengeluhkan kesulitan pemasaran hasil kerajinan.

Pasalnya,pengrajin yang bermukim di pulau yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) selama ini hanya memasarkan patung Komodo pada Satu tempat,yakni di Loh Liang,Komodo">Pulau Komodo yang merupakan pintu masuk bagi wisatawan yang ingin melihat Komodo.

Selain masalah pemasaran hasil kerajinan Patung Komodo,masyarakat di Komodo">Pulau Komodo juga mengalami kesulitan memperoleh bahan baku untuk memproduksi patung Komodo dan produksi kerajinan lainnya.

Pengrajin Patung Komodo di Komodo">Pulau Komodo,Fauzih, Senin (20/6/2022) meminta pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat untuk menyediakan tempat khusus untuk pemasaran patung komodo di Labuan Bajo,ibukota Kabupaten Manggarai Barat.Selama ini,pengrajin Patung Komodo kesulitan akses memasarkan patung komodo hasil kerajinan masyarakat di Komodo">Pulau Komodo.

Ia menuturkan,yang menjadi kendala pengrajin  patung Komodo di Komodo">Pulau Komodo adalah pemasaran hasil produk.Dimana selama ini tempat pemasaran patung Komodo hanya satu tempat,yakni di pintu masuk Loh Liang,Komodo">Pulau Komodo,TNK.

Baca Juga: Camat Kuwus Ingatkan Calon Kades Tidak Lakukan Politik Uang

Untuk mengatasi masalah pemasaran produk hasil puluhan pengrajin di Komodo">Pulau Komodo dan masyarakat lainnnya di dalam kawasan TNK,salah satunya dengan menyediakan salah satu tempat untuk pemasaran produksi hasil kerajinan tangan masyarakat.

Pengrajin di kawasan TNK selama ini memproduksi berbagai mancam cendera mata selain patung Komodo.Itu seperti aspak rokok,tempat penyimpan tisu dan kalung tangan,"ujar Fauzih.

Ia menuturkan, dirinya menjadi pengrajin patung Komodo sejak tahun 2006 lalu. Menjadi pengrajin  Patung Komodo satu-satunya cara dirinya bersama masyarakat di Komodo">Pulau Komodo lainnya sebagai sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Kita sangat mengharapkan bantuan pemerintah pusat dan pemerintah daerah Manggarai Barat untuk menyiapkan tempat di Labuan Bajo untuk menjual patung komodo hasil kerajinan masyarakat di Komodo">Pulau Komodo.Kami kesulitan tempat pemasaran patung Komodo,"harap Fauzih.

Fauzih menambahkan, selama masa pandemi Covid-19 awal tahun 2020 lalu pendapatan  pengrajin patung Komodo turun dratis.

Dimana pendapatan sebelum Covid-19 sebesar Rp 3 juta setiap bulan sedangkan masa pandemi Covid-19 pendapatan hanya mencapai Rp 800 ribu setiap bulan.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan biaya pendidikan anak-anak kata Fauziah, para pengrajin di Komodo">Pulau Komodo selama masa pandemi rata-rata kembali bergelut menjadi nelayan.Biaya hidup yang cukup besar untuk membeli air bersih dan membayar listrik membuah pengrajin terus bekerja keras menangkap ikan.

Baca Juga: Bupati Manggarai Barat Minta Cakades Sukseskan Pilkades Serentak

"Selama pandemi Covid-19 hanya 1 patung Komodo yang terjual setiap bulan.Pendapatan kita hanya Rp 800 ribu setiap bulan.Kita berharap masa pandemi Covid-19 cepat berlalu,"tutur Fauzih.

Pengrajin Patung Komodo di Komodo">Pulau Komodo,Saeh menuturkan, selain kesulitan tempat pemasaran patung Komodo pihaknya mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku untuk membuat patung komodo.Semenjak adanya kebijakan pembagian zonasi di kawasan TNK,pengrajin Patung Komodo dilarang untuk memotong kayu dalam kawasan TNK.

Selain problem pemasaran, Saeh dan puluhan  pengrajin lainnya di Komodo">Pulau Komodo juga memiliki problem ketersediaan bahan baku.

Awalnya, mereka mencari bahan di Komodo">Pulau Komodo dan sekitarnya untuk membuat Patung Komodo dan asbak.Namun saat ini, kelompok  pengrajin mengalami kesulitan mendapat kayu sebagai bahan baku lantaran Komodo">Pulau Komodo masuk dalam kawasan TNK.

Untuk mengatasi kesulitan bahan baku, pengrajin terpaksa harus membeli bahan baku dari berbagai pulau dalam kawasan TNK.Tetapi, kian hari, harga bahan baku tersebut yang dibeli dari luar kawasan  TNK kian mahal. 

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga di Labuan Bajo Produksi Pembalut Wanita Ramah Lingkungan

Ia berharap, pemerintah menyiapkan tempat pemasaran patung Komodo di Labuan Bajo sebagai pintu masuk bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi wisata di Kabupaten Manggarai Barat.Pasalnya,selama ini hanya  Loh Liang,Komodo">Pulau Komodo sebagai tempat satu-satunya untuk pemasaran patung Komodo.

"Patung Komodo yang dihasilkan hanya di jual di Loh Liang.Kita ingin ada tempat untuk menjual patung Komodo hasil kerajinan masyarakat Komodo">Pulau Komodo di Labuan Bajo,"harap Saeh.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Pelaku UMKM Didorong Berkolaborasi

Sabtu, 24 September 2022 | 15:17 WIB

Pendapatan Warga Pulau Komodo Berkurang

Sabtu, 17 September 2022 | 19:18 WIB

Suzuki East Marine Buka Diler Di Labuan Bajo

Sabtu, 17 September 2022 | 18:10 WIB

Nelayan Keluhkan Kenaikan BBM

Rabu, 14 September 2022 | 14:45 WIB

Penumpang Ferry Dapat Beli Tiket Di Kantor Pos

Rabu, 14 September 2022 | 09:49 WIB

Stok Gula Pasir di Manggarai Barat Kosong

Senin, 12 September 2022 | 13:20 WIB

Dinas PMD Manggarai Barat Dorong Desa Bentuk BUMDes

Minggu, 11 September 2022 | 20:31 WIB

Bangun Ekonomi Harus Sinergi dengan Dunia Usaha

Minggu, 11 September 2022 | 19:50 WIB

Harga Babi dan Beras di Manggarai Barat Turun

Minggu, 11 September 2022 | 14:03 WIB

Petani Nanga Bere Sulit Pasarkan Jagung

Sabtu, 10 September 2022 | 16:37 WIB

50 Persen UMKM di Manggarai Barat Tahun 2024 Go Digital

Sabtu, 10 September 2022 | 15:03 WIB

Singapura Investasi di Labuan Bajo

Sabtu, 10 September 2022 | 11:01 WIB

Sektor Pariwisata Di Manggarai Barat Perlu Digenjot

Jumat, 9 September 2022 | 15:13 WIB
X