Hotel dan Restoran di Dorong Pakai Kopi Lokal

- Sabtu, 28 Mei 2022 | 17:36 WIB
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi (victorynews.id/SATRIA)
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat mendorong industri pariwisata seperti hotel dan restoran di Labuan Bajo untuk memakai produk kopi lokal dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di wilayah Itu.

Hal itu bertujuan untuk memberikan pertumbuhan positif terhadap perekonomian masyarakat lokal di daerah yang menjadi destinasi wisata super premium.

Bupati Manggarai Barat,Edistasius Endi, Sabtu (28/5/2022) mengatakan, kopi menjadi salah satu produk unggukan petani di Kabupaten Manggarai Barat yang terus mengalami kemajuan dan perkembangan. Ini karena produk kopi makin diminati oleh masyarakat dan wisatawan.

Salah satu kopi yang turut disukai masyarakat Manggarai Barat dan wisatawan adalah kopi lokal manggarai.

Baca Juga: Masyarakat Pulau Seraya Kecil Rehabilitasi Terumbu Karang

Ia mendorong seluruh hotel,homestay dan restoran untuk meyuguhkan kopi lokal manggarai kepada setiap wisatawan atau pengunjung hotel.Pengunaan kopi lokal sebagai bentuk dukungan industri pariwisata terhadap peningkatan pendapatan ekonomi petani.

Ia mengaku, Kopi lokal manggarai miliki petani sangat luar biasa enak dan menjadi kopi terbaik dunia, tetapi sayangnya selama ini hotel-hotel, restoan-restoran yang berada di daerah destinasi wisata super premium itu masih menggunakan kopi dari luar Manggarai Barat.

"Saya berencana kedepannya penggunaan Kopi luar harus dibatasi bahkan ditiadakan,"katanya.

Edi Endi mengaku, UMKM di Manggarai Barat berapa tahun terakhir memproduksi kopi lokal manggarai sangat mengeliat. Masyarakat selama ini juga telah mulai meninggalkan mengkonsumsi kopi luar daerah.

UMKM mengemas kopi lokal dengan baik,sehingga menarik untuk dicicipi wisatawan yang berkunjung di Labuan Bajo.

Ia mengaku sedih karena setiap pengunjung atau wisatawan ke Labuan Bajo bercerita tentang keinginan mereka menikmati kopi lokal, tetapi sulit ditemukan ketika di hotel. Padahal, para pengunjung sudah banyak yang berfikir bahwa petani Manggarai Barat merupakan juga memproduksi kopi lokal.

Ia menyampaikan pelaku industri hotel dan restoran tidak perlu memproduksi kopi sendiri, tapi bisa dilakukan dengan cara berkolaborasi antara pelaku restoran hotel dengan kelompok tani sebagai Unit Pengelola Hasil (UPH).

Baca Juga: Hotel dan Restoran di Labuan Bajo Siap Terima Kunjungan Wisatawan

Cukup UPH menitipkan kopi lokal, pihak hotel menyediakan counter atau tempatnya. Sehingga wisatawan dapat menikmati apa yang menjadi kekayaan Manggarai Barat,"kata Edi Endi.

Ia berharap agar hotel-hotel di Labuan Bajo menyajikan kopi arabika produksi masyarakat lokal . Ini untuk memperkuat Manggarai Barat sebagai penghasil kopi setelah Kabupaten Manggarai Timur, termasuk menumbuhkan perkopiaan di wilayah Manggarai Barat yang dinilai mampu memberikan multiplier effect terhadap perekonomian masyarakat.

Sementara,Direktur utama Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores (BPOLBF),Shana Fatina mengaku selama ini BOPLBF melakukan berbagai kegiatan pelatihan terhadap pelaku UMKM yang bergerak di bidang kopi dalam konteks inkubasi agar mampu berdaya saing.

Dirinya mendorong UMKM untuk menghasil kopi khas manggarai Barat yang mampu bersaing dengan kopi dari luar Manggarai Barat.

Ia menjelaskan, pihaknya pernah membawa petani kopi, masyarakat indikasi geografis kopi manggarai hingga keuskupan untuk studi banding penguatan agrowisata kopi terpadu di Jember, Solo, dan Banyuwangi.

BPOLBF melakukan pengembangan untuk agrowisatanya, serta juga dari hulu ke hilir akan ada pelatihan untuk proses produksi kopi, sehingga kualitas tetap spesial sampai dengan konteks barista yang ada di Labuan Bajo.

Baca Juga: Kepiting Asal Boleng di Ekspor ke Hongkong dan Taiwan

Ia mendorong kopi lokal Manggarai Barat menjadi tuan rumah di daerahnya dan tidak kalah dengan produk kopi dari luar daerah.Dirinya menginginkan menaikkan nilai kopi lokal yang mampu bersaing di pasar mancanegara.

"Kami mendorong mereka untuk menghasilkan produk dengan brand lokal. Kami coba masukkannya ke hotel-hotel, kapal, dan restoran yang ada di Labuan Bajo," kata Shana Fatina.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pulau Komodo Bertahan Dengan Menjual Asam

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:39 WIB

Pensiunan ASN Usaha Ayam Bertelur

Senin, 8 Agustus 2022 | 11:27 WIB

Pelajar SMK Negeri 1 Welak Belajar Tanam Hidroponik

Senin, 8 Agustus 2022 | 10:21 WIB

BUMDes Kolarek Diapresiasi

Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:38 WIB

Nasib TKBM di Labuan Bajo Tidak Terurus

Kamis, 4 Agustus 2022 | 10:02 WIB

Masyarakat Diminta Manfaatkan Sektor Pariwisata 

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:44 WIB

Harga Bawang Merah Terus Meningkat

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:26 WIB

Pasar Warloka Sebagai Pasar Barter Harus Dilestarikan

Selasa, 2 Agustus 2022 | 15:48 WIB

Labuan Bajo Perlu Tingkatkan Produksi Udang

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:03 WIB

Golomory Luncur Kemasan Baru Kopi Asli Manggarai

Senin, 25 Juli 2022 | 16:25 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Peternak Ayam Kampung

Selasa, 19 Juli 2022 | 15:03 WIB
X