Pemdes Galang Perkuat UMKM Tenun

- Jumat, 20 Mei 2022 | 15:49 WIB
Bagian depan gua tempat Istana Ular berada. (Gerasimos Satria)
Bagian depan gua tempat Istana Ular berada. (Gerasimos Satria)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Pemerintah Desa (Pemdes) Galang,Kecamatan Welak,Kabupaten Manggarai Barat, NTT sedang memperkuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti penenun menjadi sektor yang menjadi unggulan.

Hal itu bertujuan agar UMKM di Desa Galang dapat bertumbuh baik dan meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Galang.

Kepala Desa Galang,Kecamatan Welak,Ari Samsung, Jumat (20/5/2022) mengatakan, UMKM sebagai penyedia layanan dan produk pendukung sektor pariwisata harus diperkuat. Desa Galang di Kecamatan Welak memiliki destinasi wisata,yakni Istana Ular yang mulai ramai dikunjungi wisatawan mancanegara dan nusantara.

Ia mengaku, Pemdes Galang memperkuat perkonomian masyarakat yang bermukim di seputar destinasi wisata Istana Ular dengan mengoptimalkan peran UMKM dalam sektor pariwisata.

Dimana kelompok masyarakat yang tergabung dalam UMKM akan memproduksi sejumlah tenun dan makanan lokal yang akan di pasarkan kepada wisatawan yang mengunjungi Istana Ular.

Baca Juga: Kebutuhan Sayur di Labuan Bajo Masih Didatangkan Dari Luar Daerah

Ia mengatakan, Pemdes Galang tahun 2022 akan fokus pada program memberi pelatihan dan pendampingan kepada puluhan warga yang tergabung dalam UMKM khusus menenun kain khas Manggarai di Desa Galang.Tujuan perkuat Sumber Daya Manusia (SDM) anggota tenun agar kehadiran destinasi wisata Istana Ular berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui hasil produk tenun.

Ari Samsung mengatakan, UMKM nantinya akan memasarkan hasil kerajinannya seperti selendang, kain songke,Topi tradisional manggarai dan kerajinan lainnya di Puncak atau Bukit Istana Ular.Wisatawan yang mengunjungi Istana Ular dapat menyaksikan langsung proses menenun kain Songke manggarai dan mengkonsumsi makanan lokal produksi UMKM di Desa Galang.

Ia mengungkapkan, bahwa setidaknya terdapat 20 orang pelaku UMKM tenun yang akan telah diberikan pelatihan menenun songke dan berbagai macam motif.Pelatihan ini diberikan agar pelaku UMKM di Desa Galang siap membuat berbagai produk kerajinan berbahan dasar benang.

Ibu-ibu rumah tangga di Desa Galang selama ini sudah mulai bergelut di bidang tenun songke dan selendang Manggarai.Anggota UMKM juga sudah mulai mampu menenun berbagai jenis motif songke.Pelatihan dan pendampingan menenun yang diberikan agar UMKM dapat meningkatkan kualitas produknya sesuai standar.

Baca Juga: Bupati Manggarai Barat Dorong Industri Pariwisata Patuhi CHSE

Untuk memperkuat UMKM di industri kecil seperti tenun di Desa Galang Kata Ari Samsung,Pemdes Galang akan memberi bantuan benang tenun bersama fasilitas lainya kepada UMKM. Selama Tahun 2021,Pemdes Galang akan serius memberi pendampingan UMKM tenun.Sehingga ketika sektor pariwisata kembali normal,maka UMKM di Desa Galang dapat mulai memasar kain songke hasil tenun di atas bukit atau pelataran Istana Ular,"jelas Ari Samsung.

Ia mengaku, pelaku UMKM di Desa Galang nantinya hadir menjadi tulang punggung penguatan ekonomi masyarakat Desa Galang. Dirinya mendorong agar penguatan pelaku UMKM menjadi strategi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat dalam meningkatkan sektor pariwisata.

Ari Samsung berharap masyarakat yang bermukim di seputar Istana Ular menjadi penonton ditengah berkembang pesatnya sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat.

Desa Galang memiliki destinasi wisata yang sangat terkenal dan mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan.Pemdes Galang mempersiapkan masyarakat untuk menyambut kemajuan sektor pariwisata dengan pelatihan tenun dan pengelolahan makanan lokal.

"Keberadaan Destinasi Wisata Istana Ular diharapkan dapat menghubungkan simpul-simpul roda perekonomian masyarakat, sehingga pariwisata tidak hanya dinikmati oleh wisatawan, melainkan terasa langsung manfaatnya dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat dapat meraup keuntungan yang lebih besar dengan menjual hasil kerajinan kepada wisatawan,"ujar Ari Samsung.

Baca Juga: Ruas Jalan di Pusat Kecamatan Boleng Rusak Berat

Ari Samsung mengatakan, pihaknya berharap Pemerintah Pusat dan Pemkab Manggarai Barat mengembangkan wisata Gua Istana Ular,sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Galang.Dirinya juga meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat untuk membangun stand atau pondok tempat menjual hasil kerajinan UMKM di halaman utama Istana Ular.

Ia meminta, kepada Pemkab Manggarai Barat agar menyerahkan pengelolahan destinasi wisata Istana Ular kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Manggarai Barat yang telah menata destinati wisata Istana Ular melalui pembangunan fasilitas pendukung seperti anak tangga menuju Gua Istana Ular.

Pemdes Galang kata dia akan menata Puncak Istana Ular dengan menanam berbagai jenis buah-buahan.Dirinya bersama masyarakat sekitar Istana Ular yang memiliki lahan di sepanjang jalan menuju Gua Istana Ular untuk menanam ratusan jenis buah-buahan.Wisatawan yang akan menuju Gua Istana Ular kedepanya dapat menikmati buah-buahan yang ditanam oleh masyarakat di sekitar Istana Ular.

Selain itu, Pemdes Galang juga berencana akan mendorong Pemuda-Pemudi Desa Galang untuk belajar menjadi pemandu wisata.Pemdes nantinya akan berkerjasama dengan sejumlah lembaga atau biro perjalanan wisata untuk memberi pelatihan kepada pemuda-pemudi di Desa Galang untuk menjadi pemandu wisatawan yang profesional,"tutur Ari Samsung.

Staf Desa Galang, Fransiskus Menggol mengatakan, Pemdes Galang akan mengembangkan produk lokal seperti tenun, prosesi adat dan kuliner lokal.Potensi wisata di Istana Ular sangat menjanjikan tetapi membutuhkan sejumlah fasilitas pendukung.
Seperti,pembangunan tempat istirahat,tempat memasarkan kain tenun dan tempat makanan lokal bagi wisatawan.

Ia mengaku, keberadaan ular dari berbagai jenis dan ukuran di dalam Gua Istana Ular sangat menarik perhatian para wisatawan yang mengunjung Istana Ular.Dirinya mengajak masyarakat di Desa Siru untuk melestarikan dengan tidak mengganggu keberadaan ular.

Baca Juga: Pengajar PAR GMITJemaat Gunung Zalmon Labuan Bajo Dibekali Pembelajaran Kontekstual

Sementara, Ketua UMKM Tenun,Regina Rebia berjanji seluruh anggota UMKM Tenun akan memproduksi kain tenun songke berkualitas dalam berbagai jenis motif.Dirinya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemdes Galang yang memberikan perhatian dalam pengembangan tenun songke manggarai.

Ia mengaku, selama ini penenun songke di Desa Galang menghasilkan kain songke dengan motif yang beragam. Kain Songke yang ditenun oleh kaum ibu di Desa Galan biasanya dijadikan selendang, sarung, serta bahan dasar untuk baju serta jas.Pada setiap kain tenunan yang dihasilkan Ibu-Ibu Desa Galang terdapat berbagai motif dengan sarat makna dan merupakan warisan turun temurun leluhur orang Manggarai.

Selama pelatihan menenun mendapatkan pelatihan motif tenun, warna tenun dan pelatihan-pelatihan lain yang sangat berguna bagi anggota UMKM.Dirinya berharap agar melalui pelatihan tenun berdampak pada peningkatakan kesejahteraan masyarakat Desa Siru yang merupakan anggota kelompok tenun,"harap Regina.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

Warga Pulau Komodo Bertahan Dengan Menjual Asam

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:39 WIB

Pensiunan ASN Usaha Ayam Bertelur

Senin, 8 Agustus 2022 | 11:27 WIB

Pelajar SMK Negeri 1 Welak Belajar Tanam Hidroponik

Senin, 8 Agustus 2022 | 10:21 WIB

BUMDes Kolarek Diapresiasi

Minggu, 7 Agustus 2022 | 09:38 WIB

Nasib TKBM di Labuan Bajo Tidak Terurus

Kamis, 4 Agustus 2022 | 10:02 WIB

Masyarakat Diminta Manfaatkan Sektor Pariwisata 

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:44 WIB

Harga Bawang Merah Terus Meningkat

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:26 WIB

Pasar Warloka Sebagai Pasar Barter Harus Dilestarikan

Selasa, 2 Agustus 2022 | 15:48 WIB

Labuan Bajo Perlu Tingkatkan Produksi Udang

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:03 WIB

Golomory Luncur Kemasan Baru Kopi Asli Manggarai

Senin, 25 Juli 2022 | 16:25 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Peternak Ayam Kampung

Selasa, 19 Juli 2022 | 15:03 WIB
X