Harga Bawang Terus Melambung

- Senin, 25 April 2022 | 20:47 WIB
Pedagang di Pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)
Pedagang di Pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Musim hujan yang mengancam wilayah Manggarai Barat berdampak pada melambungnya harga kebutuhan akan bumbu dapur,dan sayur mayur termasuk harga beras di sejumlah pasar di Labuan Bajo,ibukota Kabupaten Manggarai Barat.

Harga bawang putih dan merah terus mengalami kenaikan sepekan berapa minggu terakhir.Harga bahan kebutuhan dapur bagi rumah tangga kian hari di laporkan terus naik akibat ancaman kekeringan yang melanda petani bawang putih dan merah, maupun sayuran.

Para petani bawang di Desa Tiwu Nampar, Kecamatan Komodo, Thomas Naru, Senin (25/4/2022) mengaku telah terjadi penurunan produksi di tingkat petani lantaran musim hujan sepanjang Januari hingga Maret 2022.Naiknya harga bawang dan tanaman hulitikultura lantaran masalah musim hujan dan COVID-19.

Ia mengaku, terpaksa menaikkan harga bawang putih dan bawang merah karena situasi musim hujan. Kenaikan harga bawang putih dan merah ini membuat pembeli atau masyarakat mengurangi jumlah beli kebutuhan bawang.

Baca Juga: Potensi Perikanan NTT Capai 491.000 Ton Pertahun

"Pembeli juga kaget karena naiknya signifikan , jarang ada yang membeli kiloan, biasaya sekarang per butir,"ucap Thomas.

Thomas menerangkan,situasi ini menimbulkan petani sayur mayur sudah tidak dapat  berbuat banyak. Baik menanam bawang  dan sayuran untuk kebutuhan dapur sudah mulai minim.

Dampak cuaca alam yang tidak menentu berimbas ke harga kebutuhan di tingkat pasar. Beberapa pasar tradisional di Labuan Bajo  mengaku dalam satu bulan belakangan ini sudah terjadi peburunan pasokan sayur dan bawang.

Ia mengaku, para petani yang menjadi langganan mereka juga menggeluh karena produksi sayuran menurun.

"Harga bawang sudah naik baik merah maupun putih. Sebelumnya hanya di jual Rp 15 ribu naik menjadi Rp. 35 ribu perkilonya,"Ujar Thomas.

Pedagang di Pasar Inpres Batu Cermin, Farida mengatakan, kenaikan barang lain berupa sayur kemasan semakin dikurangi ukuran maupun porsi. Termasuk harga beras berbagai jenis rata rata Rp 14.000/ kilo gram.

Baca Juga: Kopi Golomory Makin Diminati Pecinta Kopi

Ia menuturkan, salah satu pemasok bawang putih di Pasar Inpres Batu Cermin mengaku saat ini harga bumbu dapur tersebut per karung dengan berat 20 kg sudah mencapai Rp 1 juta.

Padahal normalnya itu antara Rp 400.000 hingga Rp 600.000/50 Kilogram.selain harga yang terus mengalami kenaikan, stok bawang dan barang lainnya sudah mulai menipis di pasar.

Farida mengaku Kelangkaan dan naiknya harga bawang putih sebagai efek dari mewabahnya virus corona.Selama ini bawang putih dan merah dipasok dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selama Pandemi COVID-19 petani di NTB tidak lagi mengelolah bawang putih dan merah.

Baca Juga: Desa Liang Ndara Kembangkan Ekowisata

"Biasanya per minggu kita diantarkan 40 sampai 50 karung bawang merah dan putih.Namun sekarang kita dijatah hanya 20 karung. Itu pun hampir saya tidak dapat kiriman bawang pada 1 minggu terakhir,"tutur Farida.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

UMKM dan BUMDes Didorong Bersinergi

Sabtu, 26 November 2022 | 16:21 WIB

BUMDes Didorong Kelola Homestay 

Selasa, 22 November 2022 | 06:33 WIB

Kelola Aset, Desa Didorong Bangun BUMDes

Selasa, 22 November 2022 | 05:45 WIB

Harga Bahan Pokok di Labuan Bajo Stabil

Minggu, 20 November 2022 | 14:54 WIB

BPOLBF Diminta Tidak Berorientasi Kepentingan Investor

Minggu, 20 November 2022 | 13:36 WIB

Pemdes Siru Sumbang Puluhan Kambing Untuk Warga

Senin, 14 November 2022 | 18:29 WIB

Kopi Flores Mejeng di Pameran Ekraf Exotic NTT

Sabtu, 5 November 2022 | 13:10 WIB
X