Pemprov NTT Dorong Manggarai Barat Hasilkan Beras Premium

- Kamis, 31 Maret 2022 | 20:33 WIB
Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Robertus Ongo (victorynews.id/SATRIA)
Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Robertus Ongo (victorynews.id/SATRIA)

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus berupaya meningkat kualitas beras di wilayah Manggarai Barat.

Pemprov NTT mendorong petani di Kabupaten Manggarai Barat untuk memproduksi beras premium untuk kebutuhan sektor pariwisata di wilayah itu.

"Kita berharap Kecamatan Lembor dengan potensi 3.500 hektar area persawahan itu harus hasilkan beras premium.Destinasi wisata super premium membutuhkan beras premium,"ujar Robertus Ongo, Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT usai Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi para Penyuluh Pertanian tingkat Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (31/3/2022) di Hotel Perundi Labuan Bajo.

Baca Juga: Awasi WNA di Manggarai, Imigrasi Labuan Bajo Bangun Sinergitas Antar Instasi

Ia mendorong petani agar memproduksi beras premium dengan Standard Nasional Indonesia.
Pemerintah menginginkan Manggarai Barat memproduksi beras berkualitas premium sebagai hasil dari pembangunan modern.

Robertus mengatakan, dari 22 kabupaten/kota se NTT baru 2 kabupaten yang telah memproduksi beras premium, yakni Kabupaten Nagekeo dan Sumba Tengah. Beras super premium di Kabupaten Nagekeo dan Sumba Tengah telah dipasarkan melalui mini market.

Ia menjelaskan, beras premium yang dihasilkan dari akan dijual dengan harga yang layak. Hal itu juga diperhatikan biaya produksi beras premium.

Pengusaha didorong bekerja bersama menyerap beras milik petani untuk menghasilkan beras premium. Pemerintah Pusat dan Pemprov NTT mendukung penuh petani untuk memproduksi beras premium.

Baca Juga: Lanal Labuan Bajo Gagalkan Penyelundupan 5 Ton Lebih Minyak Tanah ke NTB

"Potensi kita ada, maka kita bangun kemitraan. Ada dinas pertanian, ada petani dan pengusaha yang akan bekerjasama memproduksi beras premium,"kata Robertus.

Robertus menyampaikan harapannya agar kualitas beras yang dihasilkan dapat terus ditingkatkan. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan industri pariwisata bahkan menembus pasar ekspor.

Menurutnya, peningkatan kualitas padi yang dihasilkan petani tentunya dilakukan dengan penggunaan benih unggul yang sesuai.

Baca Juga: Perumda Bidadari Dorong UMKM Pasarkan Produk di Marketplace

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekertariat Daerah Manggarai Barat, Martinus Ban meminta Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan mendesain dengan serius pengembangan sektor pertanian di wilayah itu.

Dirinya menginginkan agar hotel dan restaurant di Labuan Bajo menyajikan buah-buahan produksi petani lokal di wilayah Manggarai Barat.

"Kita memiliki kopi terbaik. Wisatawan yang mengunjungi Labuan Bajo harus makan buah-buahan dari petani kita,"harap Marthen Ban.***

Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

PLN Dukung Percepatan Konversi Kendaraan Listrik

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:41 WIB

Festival Kopi Flores Bangkitkan UMKM Lokal

Jumat, 24 Juni 2022 | 11:17 WIB

Kesiapan BPOLBF Menuju Status BLU

Kamis, 23 Juni 2022 | 08:42 WIB

Harga Cabai Rawit di Labuan Bajo Meroket

Selasa, 21 Juni 2022 | 18:15 WIB

Pengrajin Kesulitan Pemasaran Patung Komodo

Senin, 20 Juni 2022 | 17:59 WIB

Pelaku UMKM Diminta Terus Produktif

Selasa, 7 Juni 2022 | 18:41 WIB

Hotel dan Restoran di Dorong Pakai Kopi Lokal

Sabtu, 28 Mei 2022 | 17:36 WIB

Petani Kopi Bebas dari Tengkulak

Sabtu, 21 Mei 2022 | 12:23 WIB

Pemdes Galang Perkuat UMKM Tenun

Jumat, 20 Mei 2022 | 15:49 WIB

Warga Bari Kesulitan Pasarkan Kelapa

Kamis, 5 Mei 2022 | 15:46 WIB

Harga Bawang Terus Melambung

Senin, 25 April 2022 | 20:47 WIB

Harga Pangan Stabil

Jumat, 22 April 2022 | 13:56 WIB
X