Desa Wisata, UMKM dan BUMDes di Manggarai Barat Didorong Bersinergi

- Selasa, 1 Maret 2022 | 11:17 WIB
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi

VICTORY NEWS MANGGARAI BARAT- Bupati Manggarai Barat, NTT, Edistasius Endi mengajak para pengelola Desa Wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk memaksimalkan potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di desanya dan disinergikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Sinergi sangat penting, agar produk UMKM menjadi bagian paket wisata yang ditawarkan, sehingga memiliki nilai tambah dan daya tarik. Serta akan berdampak pada pengembagan unit usaha BUMDes.

"Produk-produk unggulan anggota UMKM yang ada di desa akan memperkaya daya tarik yang ditawarkan desa wisata. Saat ini, wisatawan tidak hanya berwisata untuk menikmati keindahan alam saja tapi juga wisata kuliner dan belanja oleh-oleh berupa kain tenun produksi UMKM", ujar Edi Endi, Selasa (1/3/2022).

Baca Juga: Kasasi Ditolak MA, Andi Rizky Tetap di Vonis 4 Tahun Penjara

Edi Endi mengajak para pengelola desa wisata dan Pokdarwis di seluruh desa wisata untuk memaksimalkan potensi UMKM yang ada di desa dan disinergikan BUMDes.

Apalagi saat ini sejumlah BUMDes di desa wisata sudah mulai gencar melakukan promosi hasil atau produk kerajinan UMKM.

Ia mengaku sinergi sangat penting agar produk UMKM menjadi bagian dari paket wisata yang ditawarkan, sehingga memiliki nilai tambah dan daya tarik. Pada saat yang sama, BUMdes juga dapat berkembang melalui pemasaran hasil produk UMKM.

Baca Juga: Produksi Padi dan Jagung di Manggarai Barat Tetap Meningkat

Edi Endi menyampaikan dirinya berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor pariwisata di Manggarai Barat yakni dengan pengembangan Desa Wisata.

Hingga saat ini kunjungan wisatawan ke Desa Wisata masih sangat kecil jumlahnya. Meski demikian,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat memiliki strategi dan langkah konkret untuk mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Dia menjelaskan sinergi BUMDes dengan UMKM pada dasarnya sangat diperlukan karena pada umumnya BUMDes adalah usaha mikro.

Dalam mendirikan BUMDes diperlukan kreatifitas usaha, kemampuan manajemen usaha dan keberanian menanggung semua resiko usaha.

Baca Juga: Pelajar Terpapar COVID-19 di Kuwus Terus Bertambah, Sekolah Diminta Libur

BUMDes kata Edi Endi menghadapi banyak tantangan baik dari dalam maupun dari luar BUMDes itu sendiri. Tantangan BUMDes dari dalam seperti menentukan jenis usaha dengan modal kecil, siapa mau dan mampu mengelola usaha,memastikan usaha tersebut tidak rugi serta tidak menjadi ajang korupsi. Selain itu BUMDes tidak menjadi kompetitor atau bahkan predator bagi usaha warga desa yang sudah ada.

Edi Endi menyampaikan, pentingnya sinergi BUMDes dan UMKM dalam memperkuat rantai pasok lokal adalah dapat meningkatkan kekuatan ekonomi desa.

Mengutamakan pasar lokal dalam distribusi dapat meningkatkan peredaran mata uang di desa. Dengan demikian ekonomi di desa dapat tumbuh dengan lebih cepat, terkendali dan menguntungkan warga desa itu sendiri.

Baca Juga: Jadi Destinasi Super Premium, Bahu Jalan di Labuan Bajo Jadi Tempat Parkir

Ia mengatakan, potensi produk unggulan di desa wisata terus dilakukan tidak hanya untuk menggaet wisatawan. Pihaknya juga mendorong pemasarannya tidak hanya di pasar dalam satu kabupaten tetapi di kirim ke luar Manggarai Barat.

Nantinya, lanjut Edi Endi,produk-produk unggulan UMKM diharapkan dapat di ekspor ke luar negeri, tentu dengan tetap memperhatikan aspek kualitas. Jaminan kualitas bisa dikontrol melalui proses yang benar-benar ketat. Kemudian, kuantitas dan kontinuitas produk UMKM juga harus diperhatikan.

Baca Juga: Kecamatan Kuwus Gali Potensi Wisata

Pemkab Manggarai Barat akan memperkuat sinergi dan kolaborasi program-program antar berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Sekertariat Daerah (Setda) Manggarai Barat untuk ikut mengembangkan potensi desa wisata dan UMKM.

"Sinergi dan kolaborasi program ini misalnya di pengembangan sektor pariwisata, ada Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan.

Kemudian di bidang pemberdayaan masyarakat desa ada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).Serta di bidang pengembangan produk-produk unggulan desa wisata, seperti kualitas produk dan packaging oleh Dinas Koperasi,Perdagangan dan UKM,"ujar Edi Endi.***


Editor: Gerasimos Satria

Tags

Terkini

PLN Dukung Percepatan Konversi Kendaraan Listrik

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:41 WIB

Festival Kopi Flores Bangkitkan UMKM Lokal

Jumat, 24 Juni 2022 | 11:17 WIB

Kesiapan BPOLBF Menuju Status BLU

Kamis, 23 Juni 2022 | 08:42 WIB

Harga Cabai Rawit di Labuan Bajo Meroket

Selasa, 21 Juni 2022 | 18:15 WIB

Pengrajin Kesulitan Pemasaran Patung Komodo

Senin, 20 Juni 2022 | 17:59 WIB

Pelaku UMKM Diminta Terus Produktif

Selasa, 7 Juni 2022 | 18:41 WIB

Hotel dan Restoran di Dorong Pakai Kopi Lokal

Sabtu, 28 Mei 2022 | 17:36 WIB

Petani Kopi Bebas dari Tengkulak

Sabtu, 21 Mei 2022 | 12:23 WIB

Pemdes Galang Perkuat UMKM Tenun

Jumat, 20 Mei 2022 | 15:49 WIB

Warga Bari Kesulitan Pasarkan Kelapa

Kamis, 5 Mei 2022 | 15:46 WIB

Harga Bawang Terus Melambung

Senin, 25 April 2022 | 20:47 WIB

Harga Pangan Stabil

Jumat, 22 April 2022 | 13:56 WIB
X